Ads Top

Pergilah Ke Job Fair





Sudah yang ketiga kalinya saya mendatangi job fair, meski saya sudah berstatus sebagai karyawan di salah satu perusahaan milik orang asing. Saya di samping hanya sekedar melihat-lihat perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam meramaikan job fair tersebut, juga membuat saya akan lebih bersyukur dengan cara ikhlas dalam menenunaikan kewajiban kita sebagai karyawan.

Saya selalu melihat orang-orang yang rela berdesak-desakan ketika di job fair. Harapan mereka sama, yaitu segera mendapatkan pekerjaan berbekal ijazah yang ia peroleh setelah lulus dari bangku kuliah. Dan tentu bisa segera mengakhiri segala beban psikologis karena stigma masyarakat terhadap mereka yang bisa dibilang masih pengangguran.

Beruntungnya saya, ketika saya lulus kuliah dan bisa langsung bekerja. Saya bisa mendapatkan pekerjaan tepat seminggu sebelum saya resmi diwisuda. Sebelumnya bisa dibilang sebenarnya saya juga adalah seorang pengangguran yang bersembunyi dibalik status sebagai mahasiswa tingkat akhir. Betapa tidak, saya yang lulus telat hampir satu tahun, sehingga saya menyelesaikan S1 saya selama kurang lebih lima tahun, padahal seharusnya S1 bisa diselesaikan selama 8 semester atau 4 tahun.

Saya juga pernah menjadi bagian dari orang-orang yang rela berdesak-desakan untuk berbaur dengan mereka para pencari kerja. Saya masih ingat, ketika sedang menunggu waktu wisuda yang hampir lebih dari satu bulan, saya mulai tertarik untuk membaca iklan lowongan pekerjaan, baik di Koran maupun media online. Kala itu ada job fair di jogja, tepatnya di JEC. Saya pun pergi ke jogja untuk berbaur dengan mereka para pencari kerja. Dan saya juga masih ingat betul ketika memasuki wilayah Jogja, saya dipinggirkan oleh Pak polisi karena (diduga) menerobos lampu merah. Dan begitulah, saya memilih membayar “uang titipan” tilang daripada harus berurusan dengan polisi. Maklum lah, hal sederhana bisa terlihat ribet jika berurusan dengan polisi.

Saya memasukan beberapa CV dan kebetulan mendapat satu panggilan untuk mengikuti seleksi keesokan harinya. Beruntung saya punya saudara yang kuliah di jogja, jadi saya tidak perlu repot-repot bolak-balik. Namun sayangnya di sana bukan rejeki saya, karena saya gagal ketika psikotes. Biasanya saya sering menjadi tester psikotes, namun kali ini saya sendiri yang dites, dan yang bikin wagu adalah, saya gagal dalam psikotes tersebut.

Selang beberapa hari, ada job fair di Klaten. Dan saya kala itu hanya memasukan satu CV. Dan Alhamdulillah di job fair kali ini rejeki saya. Saya diterima dan bekerja di perusahaan saat ini saya bekerja. Sebuah perusahaan milik asing yang menerima saya, meski bisa dibilang saya masih freshgraduate.

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, meski saya berstatus sebagai karyawan, saya juga menghadiri job fair untuk sekedar melihat-lihat saja. Mendatangi job fair bukan berarti saya sudah berencana untuk meninggalkan perusahaan saat ini. Kebetulan saya bekerja secara shift, dan ketika masuk shift siang biasanya saya masih banyak waktu luang di pagi hari. Jadi, kalau ada job fair di daerah solo dan sekitarnya, saya biasanya menghadiri job fair tersebut. Karena dengan menghadiri job fair setidaknya saya tidak akan mengeluh dan akan menjadi pribadi yang terus bersyukur atas rejeki yang saya terima saat ini. Karena bisa kita lihat sendiri, ketika dalam acara-acara job fair yang selalu disesaki dengan mereka-mereka yang menginginkan pekerjaan. Dan akan menjadi wagu ketika kita mengeluh dengan pekerjaan kita, atau mengeluh dengan gaji yang kita terima padahal di luar sana, mungkin banyak yang mengincar posisi Anda ketika ada mengundurkan diri.

Di job fair saya juga bisa bertemu dengan orang-orang, baik pencari kerja, maupun dengan Bagian SDM atau HRD perusahaan peserta job fair. Biasanya Bagian SDM perusahaan, atau HRD lah yang sering membuka stand di job fair-job fair. Nah, di situ lah saya malah saling mengobrol dengan rekan-rekan seprofesi, karena yang kami obrolan tidak melenceng jauh dari soal rekruitmen dan dunia HR. Dari menghadiri job fair lah kita bisa saling berbagi ilmu serta pengalaman, di samping itu juga bisa membangun relasi.

Pergilah ke job fair untuk kalian yang masih berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Dan pergilah ke job fair meski kalian sudah berstatus karyawan, karena dengan pergi ke job fair akan membuat kita bersyukur tentang apa yang kita dapat saat ini. Karena dengan pergi ke job fair kita akan berjumpa dengan teman-teman baru untuk bisa berbagi ilmu, pengalaman serta bisa juga untuk membangun relasi. Kita ketemu di-job fair-an ya!

Sumber gambar: solopos.com
Powered by Blogger.