Ads Top

MAIN-MAINLAH KE PERPUSTAKAAN PUSAT UNS

MAIN-MAINLAH KE PERPUSTAKAAN PUSAT UNS

Perpustakaan pusat UNS memiliki bau yang sangat khas. Campuran antara buku-buku tua, debu, dan kelembapan. Mahasiswa-mahasiswa UNS sangat mengenali bau khas itu. Jika pergi ke sana dengan mata tertutup sekalipun, akan segera menyadari bahwa mereka sedang berada di perpus pusat.

Setiap hari perpus pusat selalu banyak pengunjung. Ada dari mahasiswa UNS sendiri. Ada juga dari mahasiswa kampus lain. Komputer untuk melihat katalog buku pun selalu antri. Begitu juga dengan di kasir peminjaman.

Tapi banyaknya pengunjung itu tidak pernah membuat perpustakaan menjadi berisik, tetap saja nyeyet. Kalau pun ada, hanya suara spontan orang tertawa, dan sebentar lalu diam. Menutup mulutnya dengan tangan.

Yang terdengar justru suara kipas angin yang menempel di langit-langit. Jadinya berlama-lama di perpustakaan terasa membosankan. Membuat mata pedas. Lalu mengantuk. Ini kalau saya lho. Makanya saya lebih suka kalau dibawa pulang saja.

Buku-buku koleksi perpus pusat cukup lengkap. Sudah mencakup semua bidang studi yang ada di UNS. Buku-buku populer juga ada. Penataan sudah baik, mempermudah dalam pencarian.

Adanya perpus pusat sangat membantu mahasiswa yang sedang mengambil skripsi. Kadang perpus pusat lebih lengkap menunjang judul skripsi kita daripada di perpus prodi. Kadang sebaliknya. Tapi banyak juga mahasiswa yang harus ke perpus kampus lain untuk mencari referensi skripsinya setelah ke perpus prodi dan pusat tidak menemukan buku yang dia cari.

Bagi mahasiswa yang hobi membaca adanya perpus pusat seperti surga tersendiri. Di perpus pusat sudah disediakan tempat untuk membaca yang nyaman. Lesehan ada, meja kursi ada. Tersedia juga colokan dan wifi bagi yang ingin mengerjakan tugas. Silakan yang ingin membawa laptop.

Jika ingin meminjam untuk dibawa pulang, maksimal bisa 5 judul buku. Kecuali bagi yang sangat membutuhkan, misal untuk sidang skripsi, bisa pinjam 6 buku sekaligus. Dan dapat diperpanjang lagi setelah 1 minggu peminjaman misalkan belum selesai membacanya.

Untuk skripsi, tesis, disertasi dan jurnal ilmiah arsip dari seluruh mahasiswa UNS tidak dibolehkan jika dibawa pulang. Kalau mau mengambil sebagian materinya bisa disalin. Sudah tersedia jasa fotocopy di dalam perpus.

Cerita perpus pusat yang horor mungkin adanya. Tapi selama ini saya belum pernah merasakan kehororan itu. Mungkin kalau masuk toilet dan ruang arsip karya ilmiah yang cukup merasa hawa yang menakutkan.

Saya termasuk mahasiswa yang sering ke perpus pusat. Kalau sedang tidak memiliki uang untuk membeli buku baru, saya larinya ke perpus. Yang sering saya pinjam: buku biografi, agama, sejarah, komputer, internet, motivasi, dan tentu saja psikologi.

Sekali pinjam saya bisa sampai 5 buku. Walaupun di kos tidak semua dibaca. Lalu minggu berikutnya diperpanjang. Dan kalau lagi malas ke perpus untuk mengembalikan, saya lebih memilih didenda. Dendanya sangat muraaaaahhh. Haha jangan ikut-ikutan.
Powered by Blogger.