Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Selamat Wisuda Orang-orang “Bakoh”

Saturday, December 5, 2015

Dari awal saya sudah berniat untuk menghadiri prosesi wisuda dan turut berhamburan mengucapkan selamat wisuda kepada teman seperjuangan saya semasa kuliah. Namun niatan itu sedikit terganggu ketika planner staff di tempat saya bekerja, tiba-tiba membisiki saya “Bos, kayake sabtu kemungkinan besar masuk lho, soalnya sudah ada keputusan bahwa tanggal 9 Desember besok, kita off. Bisa kacau shipment saya kalau sabtu besok produksi nggak ada overtime”.

Padahal baru beberapa hari yang lalu dia bilang ke saya, bahwa pengajuan overtime untuk bulan desember tidak di-approve oleh penggede manajemen, jadi saya memiliki banyak waktu libur weekend untuk bisa kami gunakan untuk pergi ke luar kota, dan malang pun sempat menjadi kota tujuan kami semua untuk liburan di bulan desember ini. Tapi begitulah seorang planner staff, dia yang pusing bikin planning, dan bagian produksi lah yang mengacak-acak, bahkan rencana untuk liburan pun tidak luput mereka acak-acak, lagi-lagi saya juga turut menjadi korbannya. Mungkin inilah yang dinamakan keseimbangan, saling melengkapi.

Dalam hati, saya mbatinmbuh piye carane saya harus datang ke acara wisuda sahabat sekaligus teman seperjuangan semasa kuliah” Saya pun berencana untuk ijin tidak masuk overtime, namun ijin saya ditolak dan manager saya lebih menyarankan untuk tukar shift saja, saya yang seharusnya masuk pagi, tukar shift jadi masuk siang. Enak kan kerja system shift? Setidaknya bisa mengatur waktu, apalagi tunjangan shift sudah di-approve penggede, Hehe J

Dengan masuk siang paginya saya bisa ke kampus dulu untuk menghadiri acara wisuda tersebut, kemudian setelah itu saya harus segera merapat ke kantor. Dan sebenarnya bukan berarti masalah sudah selesai, karena sebenarnya sabtu malam saya harus ke sukoharjo, karena sudah dua minggu ini saya tidak pulang ke sukoharjo. Jadi saya putuskan untuk pergi ke sukoharjo setelah saya pulang kerja, yaitu pukul 23.00. Rodo mrinding jane. Mengingat ketika pulang sekitar jam 01.00 pagi, jalanan lumayan sepi, saya pernah diisengi dengan dilempar putung rokok dari orang yang tidak dikenal.
***
Setidaknya ada dua orang bakoh yang diwisuda di periode Desember ini. Dan itu juga merupakan salah satu alasan kenapa saya harus datang ke acara wisuda tersebut. Sebut saja Punto, tentu ini bukan nama samaran. Punto adalah salah satu orang penting di dunia perkuliahan terutama di psikologi angkatan 2009. Punto adalah kepala suku dari sextavirtus (sebutan psikologi angkatan 2009). Selain sebagai kepala suku, dia juga salah satu orang yang mampu memancarkan kharisma kewibawaan, meskipun dia tidak pernah memakai batu akik. Bisa dibilang setiap ucapan yang keluar dari mulutnya seperti halnya oase di gurun pasir. Salah kirim di grup wasap angkatan saja, bisa langsung jadi trending topic, dan langsung direspon balasan pesan dari biduan-biduan sextavirtus.

Entah sudah berapa kali saya menginap di kosannya, harapan bisa tertular kharisma kewibawaannya, tapi aku mah apa atuh, hanya orang yang numpang tidur dan acak-acak kamar orang. Dan saya tahu betul tentang dirinya. Orang yang menjunjung tinggi asas religi, menomor sekian kan duniawi, hingga sebagai kepala suku ia rela lulus agak terlambat hanya untuk memastikan warga sextavirtus sudah banyak yang lulus.

Punto adalah orang yang bakoh, dan ke-bakoh-an nya terlihat ketika Ayah dan Ibunya harus kembali terlebih dahulu (Alfateha untuk Ayahanda dan Ibunda Punto), dan sebagai anak laki-laki pertama, secara otomatis beban dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga beralih ke pundaknya. Punto, di samping harus menyelesaikan kuliahnya, ia juga memikirkan nasib kedua adik perempuannya, bukan hanya soal kehidupan adik-adiknya di tangerang sana, namun juga pendidikannya, dan setelah itu ia juga harus memastikan jodoh dan menikahkan Adik-adiknya, karena Punto adalah wali sang adik. Kurang bakoh piye jal? Jauh berbeda dengan kehidupan saya, yang bisa dibilang, saya adalah orang yang sangat egois yang hanya memikirkan diri sendiri.

Selain Punto, ada orang bakoh lain yang kebetulan diwisuda juga pada desember ini. Namanya Erlina, dia adalah wanita bakoh, setelah mama Anysa, yang telah diwisuda lebih dulu, kemudian langsung nikah lagi, dan sekarang sudah hamil lagi untuk anak yang kedua. Selamat buat mama Anysa, semoga diberikan kesehatan, baik dirinya dan bayi yang dikandungnya. Sebagai mama muda yang masih tetap bekerja dalam keadaan hamil, saya tidak tahu harus menulis apa lagi kecuali, “Sumpah! kamu bakoh, lek”

Erlina pun juga demikian. Dia adalah orang bakoh kedua dalam prosesi wisuda kali ini.  Bagaimana tidak, mama muda yang satu ini, mampu menyelesaikan skripsinya setelah beberapa semester hanya diumpetin di salah satu folder laptopnya. Kalian juga pernah merasakan sendiri kan, betapa sulitnya untuk memulai kembali sesuatu yang sudah lama kita diamkan begitu saja. Dan karena ke-bakoh-an nya dia mampu melewati masa-masa itu.

Di tengah kesibukan perannya sebagai Ibu, ia yang harus terus memperhatikan tumbuh kembang sang buah hati. Belum lagi harus mengurusi kucing-kucingnya yang (katanya) lucu-lucu itu. Waktu istirahat yang selalu diganggu dengan tangisan atau rengekan si kecil. Belum lagi peran ganda yang ia perankan baik sebagai Ibu maupun sebagai seorang istri. Namun ia mampu menyelesaikan skripsinya. Apalagi yang membuat ia bisa melalui masa-masa itu kalau bukan ke-bakoh-an nya dalam menghadapi kehidupan ini. Karena orang bakoh itu selalu yakin, bahwa hasil tidak pernah mengingkari usaha, ngunu to Jhon?

Namun sayangnya, dalam acara wisuda desember kali ini, Erlina tidak bisa hadir, sehingga saya tidak bisa memberikan ucapan selamat secara langsung kepadanya. Karena alasan kondisi kesehatan, Erlina tidak bisa mengikuti prosesi wisuda baik di kampus pusat maupun di kampus psikologi. Kabarnya wanita bakoh satu ini terkena sakit tipus. Semoga lekas diberi kesembuhan untuk Erlina.

Selamat wisuda kepada Punto sang kepala suku sextavirtus, selamat wisuda juga untuk mama muda Erlina, semoga ilmunya bisa bermanfaat dan mari kita sama-sama ucapkan welcome to the jungle


Dan untuk teman-teman yang masih berjuang, saya yakin kalian semua adalah orang-orang bakoh. Mengutip dari pernyataan aktifis, “orang-orang bakoh akan tetap ada, dan terus berlipat ganda”


*Keterangan Gambar; Foto ketika penyambutan sang kepala suku