Ads Top

Cerita Sore Ini


Yap, ini pertama kalinya aku ngepost di Lobi Mesen dotkom. Ngomong-ngomong jika bahasaku sulit dimengerti dan dipahami, aku mohon maklum. Penulis level kacang ijo macam aku masih belum layak ngomong macem-macem. Tapi kalau gak ngomong macem-macem, gimana tulisan bisa jadi menarik. Nah, aku malah bingung sendiri ‘kan. Salahkan kodok!

Oke, kali ini aku akan menceritakan cerita yang diceritakan Pak Kosku dari cerita temannya. Nah loh, pusing noh kalimatnya kebanyakan ‘cerita’ (ini malah nambahin). Jadi, Pak Kosku yang tamvan itu tadi sore bertandang ke kos. Nganter paralon buat benerin talang yang sudah tidak kuat lagi menampung tangis angkasa (wusss).

Aku mumpung ketemu, karena Pak Kosku ini sebulan sekali paling baru mampir langsung menyodorkan uang kos bulan ini. Aku senyum-senyum sendiri liat Pak Kos. Gak ada yang lucu sih. Aku gak enak aja masih nunggak kos 3 bulan tahun kemarin. Tapi kayaknya beliau salah tangkap.

Langsung saja beliau tanya, “Piye Wil?” sambil senyum-senyum juga.

Kalimat berikutnya aku sama sekali gak nyangka, ternyata malah nyebut Bu RT! Iya, Bu RT kami yang wow sekali ituh. Aku kira Mas D, Pak Kosku itu dapat laporan kalau aku nyetel musrik kenceng-kenceng. Pasalnya, aku pernah kebetulan lewat pas Bu RT ini ngomongin ‘mas-mas yang suka nyetel radio kenceng-kenceng’ waktu kerja bakti warga.

Ternyata malah Mas D yang kena kali ini. Bu RT ini pakai nama Mas D buat memuluskan rencanyanya membersihkan kandang ayam di belakang kos kami. Alasannya, karena Mas D mau ngecat rumahnya itu. Padahal Mas D sama sekali gak mikir buat ngecat tu tembok. Dan waktu balik malah beliau dapat laporan itu. Aku melongo. Ini Bu RT sepertinya belum pernah minum susu. 

Cerita kedua tentang Bu RT kali ini nyasar ke aku. Kukira ini masalah nyetel musik itu. Ternyata bukan! Bayangkan coba, aku sampai diceritain ke intel polisi! Katanya ada anggota ‘kelompok kanan’ di kosan Mas D. Lantaran ada mas-mas jenggotan dan sering ke masjid. Mas-mas itu sering nyetel musik perjuangan dan lagu-lagu semacamnya. What the F! Musik perjuangan?!

Mas D lalu bilang ke intel itu. “Mas, saya jamin di kosan saya itu tidak ada orang macam itu. Kalau mas pengen tahu mas-mas yang sering nyetel musik itu, lagunya JKT48.” Mas-mas intel itu lalu tanya, “Apa itu mas?” “Ya semacam Cherrybelle gitu.”

Buset ini aku malah dikira suka girlband macam gitu-gituan. Aku mendem ketawa dalam hati. Aku kira tadi Mas D mau bilang Linkin Park atau Peterpan, eh malah JKT48. Walah mas...mas.

Lalu Mas D nglanjutin, “Dan kalau ke masjid itu kan dia shalat lima waktu. Gak mesti dia anggota kelompok jihad atau organisasi fanatik macam itu ‘kan?” Padahal aku sendiri ke masjid kalau lagi pengen doang. Lebih tepatnya kalau pas pikiran ruwet bukan main. Biasanya aku nangis di masjid. Lebih khusyuk, karena yang dengerin hanya Allah. Kalau gak paling orang lagi shalat, itu pun aku gak kenal.

Ya tapi aku bersyukur masih diberi kemudahan ke masjid. Dekat dan tidak dikunci kalau sudah selesai shalat jamaah. Aku gak habis aja masa gegara nyetel musik, tu Bu RT sampai ngomong ke intel dan bilang aku macem-macem. Wah fitnah beneran ini orang. Tapi sudahlah, aku sendiri tidak ambil peduli pada beliau. Aku ingin cerita saja sama kalian kejadian sore tadi. Kebetulan pula aku belum pernah nge-post di sini. Masa isinya galau-galau.

 Kalau mau yang galau, kalian bisa baca di sini. Nah, sekian dulu kawan-kawan. Semoga tulisan ini tidak membuat kalian muntah atau gak jadi berak karena bayangin Bu RT-nya kayak apa. Moga kalian tetap bernapas seperti biasa dan tetap makan makanan manusia. Bukan lantas makan laler atau semacamnya. Well, sudah dulu ya. Sampai ketemu di posting selanjutnya.
Powered by Blogger.