Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Ini Curhatan Adek, Bang.

Wednesday, January 20, 2016


Baru ketiga kalinya celotehan saya menghiasi lobimesen.com (semoga saja memang benar menghiasi). Awalnya saat ditawari untuk mengisi blog ini, sangat ragu untuk meng-iya-kan. Secara saya cuman penulis ecek ecek yang hanya memenuhi hasrat curhat di buku pribadi. Tidak kurang tidak lebih, lebihnya paling diposting di akun facebook. Tidak pernah mempublikasikan tulisan panjang, malu kalau dibaca orang. 

Apalagi bersanding dengan tulisan-tulisan para blogger hebat kebanggaan lobimesen.com, siapa lagi kalau bukan Johan dan Riki. Sekarang bertambah mas Wildan, mbah-nya para penulis dan juga mas Burhan, penulis yang diam-diam (karyanya) menghanyutkan. Dibandingkan mereka, aku mah apa atuh. *emote galau*

Pun setelah teringat lagi ada yang pernah bilang, untuk membuat satu paragraf indah seorang penulis harus membaca ratusan buku. Hati semakin ciut. Apalah dayaku yang hanya punya ilmu sedangkal talang air. Yang mengalirkan air hanya saat hujan turun. Hanya mengambil peran kecil dan hanya terlibat secuil kisah perjalanan air dari langit hingga bermuara ke lautan. Tahap talang air itu pun nggak wajib ada. Iya kan, aku mah apa atuh. *emote lebih galau*

Lha terus kenapa sekarang nge-post lagi? Nggak ada yang minta juga, kan? Malah sempet rebutan jadwal posting. Hayoo, kenapa? Seneng aja. Saat ditodong untuk mengisi blog ini saya berkilah belum pernah menulis untuk dipublish, Riki bilang, gak papa nanti lama-lama juga ketagihan. Nah, belum sampai tahap ketagihan sih, baru mulai merasa senang menulis lagi. 

Apabila Riki memanfaatkan menulis untuk membuat dia hidup normal, bagiku menulis tempat mencari kesenangan. Mengungkapkan yang sedang dirasa, memberikan sentuhan sentimental pada setiap bait cerita (cewek banget pokoke), dan menanamkan kenangan di dalamnya, membantu hati lega. Dan ketika membacanya lagi dapat mengingatkan apa yang saya rasakan saat itu. Kesenangan yang cukup untuk saya. 

Sebagai pencari kesenangan itu lah dimana saja saya bisa menuliskan berbagai hal yang terlintas. Sekarang mah sudah jamannya smartphone, bisa saja setiap ide muncul “ting!” ketik ketik ketik “ting!” ketik ketik ketik. Kalau dulu, saya tuliskan dalam buku hijau kesayangan yang saya beli 5 tahun lalu. Apabila ada ide muncul di jalan, saya ingat-ingat sampai bisa menuliskannya lagi. Repotnya, kalau daya ingat mulai berkhianat, diri ini langsung mutung menutup kembali buku yang telah terbuka. 

Sebagai penulis pemula, saya tidak bisa seperti Johan yang semakin istiqomah dengan Sunday Night-nya. Nih ya, ide bisa muncul satu atau dua detik namun untuk merangkainya butuh waktu ribuan bahkan jutaan detik. Terkadang ide hanyalah sekedar ide, niatnya memang untuk dijadikan bahan tapi akhirnya hanya tersimpam sebagai draft belaka. Ya begitulah, saya harus berusaha lebih dibandingkan (blogger lobbimesen.com) yang lain untuk merangkai kata indah. 

Saya yang biasa-biasa saja kemampuan menulisnya setelah dipikir-pikir cukup kewanen mengisi lobimesen.com. Ya, kan? Namun terlalu sombong jika saya sekarang bilang percaya diri untuk menunjukkan celotehan saya dibaca orang lain. Saya hanya putri malu-malu kucing yang menjelma jadi putri muka tebal. Itu saja. 

Saya tidak punya cukup ilmu (dan nyali) untuk bilang, semua orang bisa menulis dan caranya adalah begini dan begitulah. Saya hanya bisa bilang, kerjakan saja apa yang membuat kamu senang. Kalau menulis adalah kesenanganmu, lakukan, entah seberantakan apa hasil tulisanmu. Setidaknya satu hal baik yang kamu lakukan, mengikat ilmumu dalam tulisan. Dan jangan lupa sekali-kali posting di lobimesen.com, ya! Semangat Pagi! Eh, assalamu’alaikum!