Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Cara Agar Tidak Lagi Kehilangan Ide

Monday, February 1, 2016

Cara Agar Tidak Lagi Kehilangan Ide


Semua penulis pasti pernah mengalaminya: kehilangan ide. Saya yang sedang belajar istiqomah menulis Sunday Night ini pun sering mengalaminya. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika mengalami ide buntu? Bagaimana caranya kita agar tidak lagi kehilangan ide?

**

Saya termasuk orang yang kalau menulis harus langsung jadi. Kalau misalnya suatu waktu mendapatkan ide, lalu mencoba mencatatnya atau membuat draft-nya, sama saja, tulisan tersebut tidak akan selesai di kemudian waktu.

Sering ide-ide itu muncul di saat saya tidak siap menulis. Maka banyak ide yang seharusnya bisa menjadi karya malah menguap begitu saja.

Dan ketika tiba harus segera membuat sebuah tulisan, ide-ide itu hilang semua. Wkwkwk

Bagaimana dengan kalian?

**

Minggu lalu saya tidak menulis Sunday Night. Bukan karena tidak ada ide untuk menulis. Tapi karena tidak ada waktu. Haha sombong yaaa…

Bukan. Bukan karena saya sok sibuk. Ya memang sedang sibuk beneran. Tahu kan sibuk kenapa? Halah tahu kan??

Haha bukan sibuk itu :p

Kalau itu memang menguras pikiran. Saya yang susah berpikir bercabang ini kalau banyak beban pikiran, ya jadi stress. Ibarat smartphone yang punya ram kecil, jadi hang. 11-12 dengan Samsung Galaxy Young saya, sering hang.

Minggu lalu sebenarnya saya bisa saja posting untuk Sunday Night. Tapi istirahat lebih saya prioritaskan mengingat kondisi tubuh yang sedang kurang fit. Menjaga stamina seminggu ke depan itu (minggu ini), saya harus standby di Solo.

Di Solo bukan untuk yang itu juga. Walaupun menyempatkan nyicil sedikit. Hehe

Di Solo ada acara perusahaan selama tiga hari dua malam. Dan saya termasuk panitia.

Hari Minggu, badan saya sudah terasa tidak enak. Senin sepulang kerja saya langsung rebahkan tubuh. Tidak sabar kondisi tubuh yang semakin menurun, saya menempuh cara tradisional yang cukup radikal. Minta kerokan.

Alhamdulillah, badan langsung terasa ringan. Saya tidur pulas sampai pagi.

Jadi seperti itu ceritanya kenapa minggu lalu tidak ada Sunday Night. Bukan karena ide buntu, tapi karena ada something wrong. Sesuatu yang sangat manusiawi bukan?

**

Oke kita mulai untuk tema Sunday Night kali ini, tentang ide buntu, writer’s block.

Saya akan sharing saja apa yang saya lakukan ketika ide itu enggan keluar, padahal semangat menulis sedang tinggi-tingginya. Atau sedang rindu mengisi blog yang lama tidak ada postingan. Atau tuntutan untuk membuat tulisan seperti sekarang ini -_-

Pertama, membaca kembali tulisan sendiri yang paling bagus. Yang paling puas ketika tulisan itu sudah terposting. Tulisan paling favorit dari tulisan sendiri.

Kedua, membaca tulisan dari penulis yang saya kagumi. Bisa dari artikel-artikel yang ada di dunia maya. Bisa dari buku-bukunya yang mampu saya koleksi.

Tidak bisa saya sangkal, bahwa penulis favorit saya juga adalah kiblat saya dalam menulis. Turut mempengaruhi gaya menulis saya. Walaupun akhirnya akan terbentuk karakter tulisan sendiri.

Kiblat saya adalah penulis dengan bahasa penulisan yang ringan, mudah dimengerti. Yang tidak menggunakan kalimat terlalu panjang dan dengan banyak anak kalimat.

Ini justru berdampak kurang baik bagi diri saya, menjadi malas untuk membaca buku-buku yang menggunakan bahasa yang berat.

Tapi ada penulis yang menggunakan bahasa yang tidak mudah dimengerti dengan sekali baca, tapi saya menyukainya. Itu pengecualian, karena kebutuhan diri akan siraman kata-kata penghujam jiwa.

Ketiga, menanyakan kepada orang lain ada usulan ide apa untuk ditulis. Nah, Sunday Night kali ini juga awalnya saya bertanya terlebih dahulu kepada Riki Sholikin, apakah mempunyai ide untuk malam ini.

Mendapatkan ide dari orang lain belum tentu saya pakai sebagai tema. Kadang saya pakai sebagai tema utama. Kadang hanya saya selipkan. Kadang dari ide orang lain itu, memancing ide-ide yang lainnya muncul. Kadang saya campur-campur. Kadang tidak saya pakai sama sekali. Wkwkwk

Kan yang saya minta hanya usulan.

Keempat, mengambil ide dari tulisan orang lain.

Begini, memunculkan ide dan memulai sebuah tulisan kadang sungguh menyebalkan. Tapi ketika seseorang memposting tulisan, atau suatu waktu membaca sebuah artikel, tiba-tiba muncul ide untuk menulis berkaitan dengan artikel itu.

Kadang karena tidak setuju dengan isi artikel itu dan ingin membantahnya. Kadang karena menemui tulisan yang dirasa kurang lengkap dalam menjelaskan suatu peristiwa atau fakta sehingga ingin melengkapinya.

Itu sah-sah saja bukan?

Yang kelima, dan saya rasa cukup lima saja. Melakukan hal-hal yang membuat pikiran kita rileks. Misalnya muter-muter ke kota dengan sepeda motor. Biasanya, kalau saya, mengendarai sepeda motor pikiranya ke mana-mana, melamun. Nah, melamun yang tidak diniati adalah pintu masuk ide yang luar biasa. Catat itu!

Atau, mungkin saja, (maaf) ketika sedang buang air besar atau mandi. Saat-saat menunggu hajat ditunaikan, seringkali ide-ide turut bermunculan. Maaf, itu kalau saya lho.

**

Cukup sekian dulu Sunday Night kali ini. Sudah melebihi 700 karakter. Dan satu lagi, ini berkaitan dengan usulan ide dari Riki tadi. Saya diminta mengakhiri Sunday Night ini dengan mohon doa restu. “Doa restu penting” katanya.

Oke, mohon doa restunya yaaaahh, semoga sempat untuk Sunday Night selanjutnya…(*)