Ads Top

“Dug Dug !!” *Ruang Himapsi* #Merinding


Siapa yang belum pernah denger suara itu di Ruang Himapsi? Berarti anda belum benar-benar sah menjadi seorang anggota Himapsi. Suara legendaris yang sering kedengeran tiap interval yang tidak diketahui tersebut selalu menemani keseharian anak-anak gaul Himapsi kala itu, selain lagu yang sering diputer mas Wildan

Sebelum ditemukannya kedai Lambemoo, anak-anak gaul generasi 90-an dan tentunya 80-an yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Psikologi baik anggota maupun pengurus dari berbagai periode sering nongkrong di situ.

Banyak peristiwa dan pengalaman yang terjadi ketika Psikologi benar-benar pindah ke Kampus Mesen pada tahun 2011 silam, yang jelas ketika saya masuk, semua udah bersih, cerita dari legend sih ngebersihinnya sampe setengah mati banget, untung ngga disuruh bersihin dua kali. Hmm, entah mantra dari Harry Potter yang mana yang dipake, salut lah sama legend-legend Prodi Psikologi, tepuk Saaaaaluut !!

Salah satu peristiwa yang saya alami yaitu *backsoundtheconjuring*, ketika itu saya ditemani oleh salah seorang legend yang sudah tersebut namanya diatas sedang melakukan agenda rutin, yaitu standby di Himapsi sampai sore agak malem. Kala itu Komputer Himapsi masih menawarkan berjuta kebahagiaan secara cuma-cuma, internet yang masih berpusat disitu, dan speaker aktif yang siap untuk diputar musik. Dan, tiada asap tiada api, tiba-tiba seluruh lampu padam, kecuali, satu lampu, yang berada di lobi mesen, yang notabene disitulah tempat semua sakelar lampu seluruh mesen. Tidak ada orang lain selain saya, the legend, dan pak satpam yang ketika itu sedang berjaga di depan.

Saya masih ingat betul kala itu, the legend berkata “ora opo-opo, paling pak satpam.” mencoba untuk menenangkan saya sebagai anak magang juru kunci Himapsi, hahaha, mungkin juga untuk menenangkan dirinya sendiri yang sedang panik, sambil menengok keluar. Di depan komputer, saya cuman bisa menatap kearah keluar, dan yang tampak hanya cahaya lampu lobi selain kegelapan.

Pekerjaan saya yang masih nanggung untuk diselesaikan itu saya putuskan untuk selesai seketika itu juga, wkwkwk. Ditakutkan ada kejadian-kejadian lain yang diinginkan akan terjadi. Irama Dug Dug yang berasal dari sudut timur laut ruangan dan lantunan Azan yang telah selesai membuat kita berdua memutuskan untuk berkemas dan bersiap untuk pulang.

Beberapa saat kemudian hal yang tidak terduga benar-benar terjadi.
.
.
.
.
Yaitu . . . .
.
.
.
.
.
Lampunya kembali menyala, Alhamdulillah. Tidak seperti difilm-film, menyala lampu diikuti oleh penampakan sesosok ghaib. Kalau ini aman, hanya pak Satpam yang datang mengecek. Dan itu membuat kita lebih cepat untuk mengemas barang-barang yang masih berserakan. Selesai berkemas kita langsung bergegas meninggalkan tempat kejadian perkara.

Ini ceritaku, mana ceritamu, dikutip dari kata-kata “chitato rasa indomie goreng”

Oleh: Deddy Suryawan – Mahasiswa Psikologi
stasiunkecil.wordpress.com
Powered by Blogger.