Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Jajanan Jadul di Kedai Lambemoo

Sunday, March 20, 2016
Gambar: IG @lambemoo

Sudah berulang kali saya merencanakan ingin mengunjungi lagi kedai lambemoo. Pertama kali mengunjungi kedai lambemoo, yaitu ketika kedai itu sudah berjalan tiga hari. Bisa dibilang, saya gagal “memperawani” kedai lambemoo dengan mengunjungi ketika soft opening, tentu dengan segala paket promo yang ditawarkan.

Kedai lambemoo adalah kedai yang menyajikan menu-menu sehat, seperti roti bakar, baik gandum atau terigu, serta minuman sehat kaya akan serat, seperti jus. Kedai lambemoo adalah milik kawan kuliah saya, biasanya saya memanggilnya Mas Paul. Mas Paul sebenarnya adalah kakak tingkat saya sewaktu kuliah. Dan kami mulai akrab sejak kami sering nongkrong di perpustakaan kampus untuk mengerjakan skripsi. Bukan hanya diskusi masalah skripsi yang sering kami bicarakan, bahkan topic-topic sensitif seperti hal-hal berbau agama pun kami bicarakan, padahal kami beda keyakinan. Dan obrolan serius kami akan mencair ketika topic pembicaraan kami berganti tentang wanita. Tau sendiri lah makhluk Tuhan bernama wanita itu, membicarakannya tujuh hari tujuh malam pun tidak akan ada habisnya.

Ohiya, Sebagai tambahan, Mas Paul ini selain sebagai pemilik kedai lambemoo, dia juga pernah menjadi konsultan asmara teman satu angakatan saya, dan sebagai konsultan asmara, bisa dibilang ia sudah berhasil. Bukannya berhasil membuat teman sekelas saya jadian dengan gebetannya, namun ia malah berhasil menikungnya. Dan saya semakin sadar bahwa cinta seperti halnya dengan balapan MotoGP, Marc sama pedrosa yang sama-sama dari tim Repsol Honda saja bisa saling tikung, apalagi sama Rossi yang berasal dari tim Yamaha, bisa saling tendang.

Saat pertama sekali berkunjung ke kedai lambemoo, saya sempat ngobrol-ngobrol langsung dengan sang pemiliki kedai, yaitu Mas Paul. Kedai lambemoo adalah kedai yang dibuat atas ide Mas Paul. Dan dalam segi modal, Mas Paul mendapatkannya dari temannya. Jadilah usaha ini adalah usaha bersama, dimana Mas Paul adalah orang yang menjalankan roda bisnis kedai lambemoo, sedangkan temannya berperan sebagai investor, dan keuntungan kedai akan dibagi sesuai dengan kesepakatan.

Nama lambemoo sendiri diambil dari bahasa jawa “lambemu”, atau bahasa kasarnya cangkemu, yang artinya mulutmu. Kata “lambemu!” dalam istilah jawa bisa berarti pisuhan atau umpatan untuk menyangkal suatu informasi yang keliru atau salah. Kira-kira begitu lah, saya tidak tahu persis apa makna filosofis dari kata lambemoo, yang jelas mas Paul sendiri juga memiliki bibir (atau dalam bahasa jawanya lambe) yang sedikit eksotis, mungkin nama lambemoo dipilih karena hal itu. Di samping itu, kata lambemoo juga mudah dilafalkan dan mudah diingat, dan dalam ilmu marketing hal itu sangat penting dalam sebuah brand.  

Kedai lambemoo terletak dibelakang kampus UNS Surakarta, yaitu di Jl Ki Hajar Dewantara No 67 Solo. Jika kamu mahasiswa atau alumni UNS, silakan mampir ke kedai tersebut. Cukup mudah menemukan kedai lambemoo, dari gerbang belakang UNS, silakan langsung ambil kanan, nanti akan ada lampu merah yang sampai sekarang kegunaannya masih menjadi misteri, karena lampu merah itu lebih dianggap seperti hiasan di pinggir jalan, kebayang bagaimana menderitanya menjadi lampu merah tersebut, sudah berulang kali kasih perhatian, namun tetap tidak diangap juga. Sakit tauk! Anehnya, selama kuliah hingga tersemat gelar kesarjanaan tepat di belakang nama saya, tak pernah sekalipun aku mendengar terjadi kecelakaan di sana.

Dari lampu merah belakang UNS, silakan lurus saja, yaitu ke arah Taman Jurug atau Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, kiri jalan sebelum pertigaan akan ada ruko kecil bertuliskan kedai Lambemoo. Ya di sana letaknya.

Sebelum masuk kedai, anda akan disambut dengan sebuah lukisan atau mural bergambar pohon bertuliskan kedai roti bakar dan juice di salah satu sisi dinding teras kedai lambemoo, dan nuansa jadul akan mulai terlihat dengan adanya sepeda ontel tua di dekat lukisan atau mural itu. Dan jangan sekali-kali datang pada hari minggu, karena saya yakin pasti tutup, soalnya kedai lambemoo buka dari hari senin – sabtu, dan dari pukul 13.00- 21.00.

Kedai yang terletak di sebuah ruko yang berukuran kurang lebih 5 x 5 meter itu mengusung tema modern vintage, ada hiasan-hiasan kedai yang menunjukan sisi jadul-nya. Seperti hiasan berupa deretan botol minuman jaman masih SD, yaitu bir temu lawak, saya kira generasi  kekinian tidak kenal dengan bir temu lawak. Di atas kulkas ada sebuah televisi hitam putih, yang pernah menjadi simbol status sosial pada masanya, mengingat yang memiliki televisi pada masa itu, masih bisa dihitung dengan jari.

Ada sebuah pesan yang bisa juga dikatakan sebagai tag line yang coba diusung kedai lambemoo “eat smarter, live better” iya ini berkaitan dengan menu-menu yang disajikan oleh kedai lambemoo. Kedai menyajikan menu-menu sehat seperti roti bakar dengan berbagai varian toping, pengunjung bisa memilih roti gandum atau terigu, baik lokal maupun premium. Untuk minumannya, tidak kalah sehatnya, karena menu minuman yang dijajakan adalah minuman sehat yang kaya akan serat, seperti jus dan es buah. Untuk masalah harga, tidak usah khawatir, di kedai lambemoo semua menu dibanderol dengan harga yang ramah dengan kantong mahasiswa.

Ketika saya mengunjungi kedai tersebut, saya disambut oleh senyum-senyum yang tidak asing lagi bagi saya. Pegawai kedai lambemoo adalah kawan-kawan saya waktu kuliah. Jadi berkunjung ke kedai lambemoo membuat saya tidak seperti mengujungi sebuah kedai, namun lebih seperti mengunjungi rumah teman yang sudah lama tida bertemu. Disamping menikmati menu pesanan saya, saya juga disuguhi dengan obrolan-obrolan seputar kampus dan isu-isu kekinian tentang perkembangan kampus.

Gambar IG @lambemoo

Kini kedai lambemoo kabarnya terus menambah menu-menu baru, seperti wedang jahe, dan pernah juga pemiliki kedai melalui status BBM-nya memberikan informasi bahwa kedai lambemoo akan mengajak kembali generasi 90an untuk kembali bernostalgia dengan jajanan jadul. Orang-orang jadul macam saya akan sangat akrab dengan jajanan seperti permen karet yosan, dan saya selalu gagal ketika menyusun kata yosan dari bungkus permen karet tersebut. Snack gulai ayam, snack lidi, mie fajar, nyam-nyam, permen jagoan neon, permen davos, fruitella, kenji choyo stick, choyo cup dan masih banyak lagi jajanan jadul yang mampu membuat kita seperti diajak untuk menziarahi masa lalu, masa dimana tontonan hari minggu selalu membuat kita betah duduk lama di depan televisi.


Barangkali kalian yang tinggal di solo, atau sedang mampir di solo, boleh juga mampir ke kedai lambemoo, siapa tahu dengan berkunjung ke sana, jajanan jadul bisa membuat anda bernostalgia dengan masa kecil, atau mungkin mampu mengingat kembali cinta monyet kalian.