Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Moneyball : Lebih dari Sekedar Tontonan

Tuesday, April 5, 2016

Billy Bean sang GM, bersama Peter Brand


“Saya tidak tahu babar blas tentang olahraga baseball. Yang membuat saya tertarik untuk menonton (ulang) film ini, karena film ini bukan hanya sekedar drama. Lebih dari itu, film ini bukan hanya bercerita tentang olahraga baseball, namun juga tentang ilmu pengetahuan, Leadership, konflik intrapersonal masalalu, dan keluarga”

Awalnya saya menonton film yang berjudul “Moneyball” ini, yaitu ketika acara rapat bulanan warga kampung. Kala itu, saya tidak menunggu rapat hingga selesai. Saya mlipir pulang duluan karena sudah tidak tertarik dengan topic yang sedang dibahas dalam rapat itu. Selain itu, tugas saya sebagai pemuda kampung, juga hanya mengeluarkan jamuan, seperti minuman dan cemilan.

Saya menonton film ini di rumah, kalau tidak salah waktu itu ditayangkan di Global tv. Meski film ini tentang dunia baseball. Namun, saya yang tidak tahu babar blas tentang olahraga itu pun, bisa menikmati film tersebut. Saya mulai suka dan menikmati setiap adegan dalam film tersebut, meski menonton sambil terus menikmati cemilan, sesekali melihat gawai untuk mengetahui situasi dan kondisi terkini di jejaring sosial, serta iklan di layar televisi tentunya. Dan ketika film ini sedang mencapai klimaks, tiba-tiba salah satu teman yang tidak begitu penting untuk saya sebutkan namanya, nongol dan mengambil alih untuk mengganti channel telivisi. Kala itu, ada liga Inggris, dan klub kebanggaannya yang nggak penting itu sedang main, yaitu Chelsea. Sebagai seorang yang masih waras dan merasa sudah dewasa, tentu tidak mungkin saya rebutan remot. Dan saya sudah cukup puas ketika klub kebanggaannya itu ditahan imbang oleh Westham United.

Kemudian saya memutuskan untuk menonton lanjutan film yang sempat terputus oleh teman saya (yang sekali lagi tidak penting untuk disebutkan namanya) melalui handphone, yaitu di sebuah situsweb yang menyediakan film yang bisa ditonton secara online. Tidak puas, saya pun merelakan sedikit kuota internet untuk men-download film tersebut via handphone.

***
Sekilas, film drama yang diperankan oleh brad Pitt sebagai tokoh utamanya. Bercerita tentang seorang Billy Bean (diperankan oleh Brad pitt), yang merupakan general manager atau GM (untuk seterusnya saya akan menyebutnya GM) dalam sebuah tim baseball kecil. Sebagai seorang GM tim baseball (yang kecil) ia merasa, bahwa saat itu yang berkuasa adalah uang. Ia sangat kebingungan ketika ketiga pemain bintangnya harus hengkang. Dan semakin kesulitan untuk mencari pengganti yang sepadan dengan ketiga pemain bintangnya itu. Karena, dana yang bisa digunakan dalam budget musim itu sangat terbatas.

Dalam masa-masa sulit pencarian pemain pengganti itulah, ia bertemu dengan seorang analis pemain baseball. Seorang pemuda gendut yang bernama Peter Brand, adalah seorang lulusan ekonomi, namun ia mampu melihat baseball dengan kacamatanya sendiri. Yaitu, menggabungkan ilmu pengetahuan dan olahraga. Peter Brand selalu menganalisa pemain dan memadukan dengan rumus-rumus statistik, kemudian menilai setiap pemain, dan semua penilaiannya semua dalam bentuk angka-angka

Bisa dibilang teori tentang menggabungkan ilmu pengetahuan dan olahraga, dalam film ini adalah baseball, tidak dipercayai oleh kebanyakan orang. Karena mereka yang tidak sepakat, percaya bahwa baseball dan ilmu pengetahuan tidak bisa disatukan. Ada hal-hal yang tidak bisa dinilai dengan angka. Di mata Billy Bean, meski hanya melalui obrolan singkat, namun mampu membuatnya merasa, bahwa sosok Peter Brand adalah sosok yang sedang ia butuhkan saat itu. Peter Brand dijadikan asistennya dalam menyusun sebuah tim baru.

Hari pertama bekerja, Peter Brand bahkan sudah menganalisa semua pemain dengan angka-angka statistiknya. Dan inilah yang membuat film ini semakin menarik. Sang GM tidak lagi mencari pengganti ketiga pemain bintangnya yang telah keluar, namun menciptakan bintang lagi. Caranya? Menggunakan perhitungan statistik yang dilakukan oleh sang asisten, yaitu Peter Brand. Dan tidak semua setuju dengan apa yang dilakukan oleh Billy Bean, sang GM, karena ketiga pemain yang dipilih untuk menggantikan pemain bintangnya yang telah hengkang, adalah nama-nama yang tidak terkenal, bahkan dimata orang-orang dinilai buruk.

Sebagai seorang GM, Billy Bean adalah sosok seorang pemimpin. Ia sangat yakin dengan setiap keputusan yang diambil, meski tidak semua orang setuju dengan keputusannya. Bahkan antara GM dan Pelatih Baseball pun kerap terjadi perbedaan pendapat. sebagai GM, ia memiliki kewenangan untuk melakukan perekrutkan, penukaran, hingga pemecatan pemain. Dan dalam hal pemecatan, sebagai seorang HRD, saya masih jauh, karena saya masih diliputi perasaan bersalah pasca melakukan pemutusan hubungan kerja. Dan saya harus bisa menjalani ini, karena ini adalah bagian dari risiko sebuah pekerjaan.

Oleh pelatih baseball, Billy Bean sudah dianggap melampui kewenangannya dalam menentukan siapa pemain yang harus bermain dan siapa yang harus duduk di bangku cadangan. Dan akhirnya, pemain yang dianggap sang pelatih adalah pemain yang bagus, harus ditukar dengan pemain lain. Dan tentu pertukaran pemain didasarkan atas saran dan perhitungan secara statistik oleh Peter Brand.

Meski pada awal-awal masih sering terjadi kekalahan. Billy Bean dengan segala keputusannya membangun tim baseball, dianggap orang yang patut bertanggung jawab atas kekalahan awal-awal musim. Namun, perlahan tapi pasti, tim baseball itu mampu menunjukan tajinya. Selain berhasil memecahkan rekor 20 kali kemenangan berturut-turut, tim baseball yang awalnya dianggap anak bawang itu, kemudian menjadi salah satu tim yang patut untuk diperhitungkan.

Konflik intrapersonal masalalu
Meski ini adalah film tentang olahraga yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan, yaitu perhitungan secara statistik. Namun, film ini juga diselingi dengan ingatan masalalu yang menyinggung tentang kehidupan Billy Bean muda. Billy muda, setelah lulus SMA kemudian ditawari untuk bergabung dalam sebuah tim baseball dan menjadi pemain baseball professional, karena ada seorang pencari bakat yang tertarik dengan kemampuannya. Padahal billy muda saat itu juga mendapatkan beasiswa di salah satu universitas. Sebagai remaja, tentu Billy muda akan merasa galau dalam mengambil keputusan. Karena, Billy muda harus memilih salah satu, baseball atau mengambil beasiswa kuliah.

Dan karena karir serta nilai kontrak yang dijanjikan, Billy muda lebih memilih bergabung dalam sebuah tim baseball dan melepaskan beasiswa dari salah satu universitas. Namun, sepertinya Billy tidak mampu bermain dengan baik sebagai seorang pemain baseball professional. Dan akhirnya ia memilih untuk mundur dan menjadi pencari bakat, setelah mengalami kegagalan demi kegagalan, sebelum akhirnya menjadi seorang GM.

Ketika menonton film ini, saya lebih sering mengamati ketika tim baseballnya sedang bermain, Billy Bean, yang merupakan GM, justru pergi ke tempat fitness, atau malah joging dan hanya sesekali melihat kondisi pertandingan melalui televisi, serta menerima update pertandingan dari asistennya Peter Brand via sms. Saya justru melihatnya bahwa menonton pertandingan secara langsung, adalah sesuatu yang dihindari oleh Billy sang GM. Karena melihat pertandingan dan sorak-sorak penonton, seperti hanya akan mengingat bahwa ia pernah gagal ketika menjadi pemain baseball.

Dan di akhir film ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Billy mencoba untuk menebus kesalahan di masalalunya. Ia menolak kontrak menjadi salah satu GM di tim baseball lain, padahal nilai kontraknya mampu menjadikannya sebagai GM dengan bayaran termahal di sebuah tim olahraga. Namun Billy menolaknya, karena ia tidak akan mengulangi kesalahan dengan mengambil keputusan karena uang. iya, karena uang, bisa jadi melepas beasiswa dan memilih bergabungn dalam tim baseball adalah keptusan yang ia ambil karena uang.

Padahal, jika ia menerima kontrak tersebut, ia akan dipasangkan dengan seseorang yang mempopulerkan “moneyball” yaitu menggabungkan antara ilmu pengetahuan dan olahraga. Karena Billy sang GM, adalah orang yang mempercayai ilmu pengetahuan.

Leadership
Menonton film ini, tentu membuat anda akan terpesona dengan karakter seorang pemimpin bernama Billy Bean. Sebagai GM, Billy Bean bisa dibilang adalah orang yang sangat berani mengambil risiko terhadap setiap pilihannya.

Billy Bean dan Peter Brand, adalah sebuah perpaduan yang sangat pas. Keduannya saling melegkapi. Peter Brand adalah orang yang cerdas namun sering ragu dengan apa yang dilakukannya, sedangkan sang GM adalah orang yang berani mengambil risiko, karena ia percaya terhadap pilihannya. Dan nasehat sang GM kepada asistannya, yang saya suka adalah “Yang harus kamu lakukan sekarang adalah, kamu hanya perlu menyakini pilihanmu”

“Yang harus kamu lakukan adalah, kamu hanya perlu menyakini pilihanmu”

Cinta Seorang Ayah dan Anak
Tidak seperti film drama pada umumnya. Moneyball tidak dibumbui dengan kisah asmara antara dua sejoli yang saling mengasihi. Namun, mencoba menampilkan kisah cinta antara seorang ayah yang bekerja sebagai GM di sebuah tim olahraga, dengan sang anak yang tinggal dengan ibunya. Saya mengira, bahwa Billy Bean sang GM, sudah bercerai dengan istrinya dan anaknya diasuh oleh Ibunya. Sang anak masih sering berkunjung ketempat ayahnya (Billy Bean) dan sering mengkhawatirkan karir ayahnya. Sang anak khawatir karena sang anak ingin bersekolah hingga perguruan tinggi.

Dan ada sebuah telpon dari (mungkin) mantan isrtinya, bahwa ia bangga dengan segala pencapaian selama ini.

***
Pada akhirnya, setelah menolak kontrak mahal, ia tetap menjadi GM di tim baseball kecil itu, kemudian meski sudah bersusah payah untuk menang. Dan tim yang pernah akan meminangnya dengan bayaran mahal, 2 tahun kemudian menjadi juara dunia baseball, dengan filosofi yang telah dikembangkannya bersama Peter Brand. Meski gagal, Billy Bean puas, bahwa apa yang diperjuangkan selama ini ada sebuah kebenaran, meski banyak orang yang awalnya terlihat sinis dengan segala keputusannya.