Wednesday, 4 May 2016

Khayalan Menjemukan

Langkah
Kepadamu aku bergerak
Berulah, merangkak dalam keremangan
Melaju, menitikkan berat dalam semasa penantian

Aku, langkah
Dalam matahari aku merutuki mata itu
Menyusuri senyum yang tergurat dari segala rasa
Berguru kepadamu tanpa merasa ragu

Langkah
Bertemakan materi tak bermateri
Bernama namun tak bernama
Bernyawa namun tak bernyawa

Terduduk, melangkah
Tergugu, terpaku merajami diri
Merujuki sinar tanpa arah datang
Kecuali, aku ingin mati

Dulu, sekarang, nanti, langkah
Arahku merudal terwujud haru
Bergesekan dengan mimpi sendu
Turut, bersatu dalam bayangan tanpa cahaya

Bagiku, langkah
Tidak ada semeriah harapan
Tidak ada semenyedihkan kenyataan
Tertawa, menyapa seluruh semburat nadi kebenaran

Merdumu, langkah
Tadaskan mata kepada buta
Burungkan mentari turunkan harga diri
Muka itu aku tidak mengerti

Tubuh itu, langkah
Berayun meracuni seluruh jiwa
Terluka dan berkelebatan meruangi napas
Maka, aku pun pergi bersama

Turunlah, langkah
Aku tidak mau kau hanya bersimpuh
Melayani guruh tanpa gemuruh
Butiran tangis, melaju bak air hujan

Riuhlah, langkah
Bukukan setiap perjalanan
Tuduh semau hatimu bicara
Bunuh, semua yang tercipta tentang rasa

Rubuh,
Tidak ada lagi musuh
Rusak, bersaksi di antara gurauan awan
Apakah, aku adalah khayalan?

Hah, bersatulah cumbulah duri mata itu
Takkan kau tahu arti kepunahan
Bersama dengan pukulan kelahiran
Kau hanya akan terbuang

Aku hanyalah khayalan menjemukan
Melangkah bersama bahtera membawa sederet luka
Akulah, yang bunuh diri terhadap mati
Akulah, akulah

Tidurlah, wahai langkah
Kau tiada lagi memiliki selera
Tertawamu hanyalah pembuka sedih barumu
Apa guna, semua hanyalah angin lalu