Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Tetap Jadi Baik ya..

Friday, July 15, 2016

Ramadhan adalah bulan baik, yang didalamnya Allah mudahkan siapapun diantara hambaNya yang ingin berbuat baik sebanyak-banyaknya. Sekecil apapun niat kita untuk berbuat baik, pasti akan diberikan jalan olehNya. Ramadhan di kampung pasti berbeda dengan Ramadhan di kota. Ada warna yang membuat orang-orang ingin menghabiskan Ramadhan di kampung. Mungkin karena suasana di kampung, lebih mendukung orang untuk bisa lebih banyak berbuat baik ke orang lain.

Siang itu, bapak-bapak serta remaja di kampung sedang ramai mempersiapkan kegiatan Buka Bersama Keluarga RT01RW06. Ini adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan #RamadhanKreatif di kampung saya. Teriknya mentari siang itu sedikit terobati dengan gelak tawa anak-anak yang asyik bermain tebak-tebakan. Peraturannya sederhana, satu kelompok boleh mengajukan pertanyaan apapun, kemudian kelompok lain harus menjawabnya. Mulai dari soal-soal pelajaran sekolah, hingga pengetahuan umum dari yang termudah, tersulit hingga paling aneh boleh ditanyakan, seperti bagaimana cara menghitung tinggi gunung? Benda apa yang jalannya paling cepat di dunia?

Jika merasa kebingungan, anak-anak itu datang kepada kami untuk meminta bocoran pertanyaan atau jawaban untuk masing-masing kelompok. Sebenarnya tidak masalah jika jawaban mereka aneh atau tidak masuk akal, asal kita mengarahkan mereka jika menemui hal-hal yang tidak layak mereka dengarkan atau ucapkan.

Di sela-sela keceriaan mereka, terbersit pertanyaan apa yang akan terjadi jika suatu saat nanti kami tidak bisa membersamai mereka lagi. Siapa yang akan meladeni setiap pertanyaan mereka, atau permintaan untuk digendong dan diajak main. Akhirnya sayapun mengajukan pertanyaan itu kepada mereka,

“Kalo besok Mas Dayat kuliah di Solo, Mas Burhan pindah rumah trus Mas Miftah kuliah lagi di Jogja atau Jakarta, kalian mau maen sama siapa?”

“Ah ya nggak pokoknya, nanti aku tanya ke Bu Rohimah. Minta alamat rumahnya Mas Burhan dimana, trus aku mau nyusul.”

Apa yang kamu rasakan jika mendengar jawaban seperti itu? Sebagian mungkin akan menjawab “So sweet. Manisnya...” atau “D*mn, You are so lucky..”

Pertanyaan serupa dulu pernah saya ajukan kepada adik-adik TPA ArRahman. Sekitar tahun 2011, saat rata-rata dari kami sudah mendekati ambang kelulusan, kami harus berfikir siapa yang akan menemani mereka belajar ngaji nantinya? Jika kemudian kami bekerja di luar Solo, lalu siapa yang akan membantu mereka mempersiapkan Mbak RARA sebelum Ramadhan? Siapa juga yang mau duduk bersama mereka mendengarkan ocehan mereka setiap sore dan menenangkan keramaian yang mereka buat saat pengajian rabu malam?

Pertanyaan-pertanyaan itu senantiasa terngiang di benak kami, hingga terkadang tidak sengaja kami menanyakannya kepada adik-adik TPA. Beragam reaksi muncul saat pertanyaan tersebut terlontar. Ada yang ngeyel bahwa kami harus tetap ke ArRahman apapun yang terjadi. Ada juga yang mendoakan semoga kami tidak lulus, haha. Dan yang lebih parah lagi, ada yang mau berhenti berangkat TPA jika kami tidak bisa bersama mereka lagi. Huaa..

Jawaban mereka seakan mewakili kita yang tidak ingin jauh atau kehilangan sesuatu yang baik. Mewakili kita yang ingin selalu berada di lingkungan yang baik, ditemani orang-orang baik, dan didukung untuk menjadi pribadi-pribadi yang baik. Ramadhan mungkin sudah berakhir, tapi kebaikan harus tetap kita lakukan. Kebaikan harus tetap kita sebarkan dan kita upayakan. Sehingga kita tidak hanya baik di bulan Ramadhan saja, namun juga di bulan-bulan lainnya.

Semoga ini menjadi tanda syukur karena kita mampu melihat dan merasakan kebaikan yang ada di sekitar. Merubah kebaikan yang telah tertanam dan melekat di hati menjadi kesadaran, yang akan menuntun kita semua untuk tetap berbuat baik. Bukan tidak mungkin jika mereka, adik-adik kita yang nantinya akan menjadi penerus kebaikan-kebaikan berikutnya. Hingga mampu menjadi simpul kebaikan bagi lingkungan sekitarnya. Menjadi jalan atau jembatan kebaikan bagi orang lain.


Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik
Allahumma ahsin ‘aqibatanaa fil umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa ‘adzabil akhiroh


Ya Allah tolonglah aku agar selalu mengingatMu, bersyukur padaMu dan memperbagus ibadah padaMu.
Ya Allah, baguskanlah setiap akhir urusan kami, dan selamatkanlah dari kebinasaan di dunia dan dari siksa akhirat

Jum’at, 10 Syawal 1437 H