Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Relativitas Realitas

Thursday, September 29, 2016

Pernahkah kau menegakkan kepala setelah mendengar sebuah deru di angkasa penanda adanya sebuah besi terbang melayang di atas bumi yang kau pijak? 

Bagaimana ia terlihat olehmu? Bagaimana perasaanmu melihatnya? Besarkah? Kecilkah? Apakah kau merasa jauh lebih besar darinya? Apakah kau merasa lebih hebat darinya? 

Pernah suatu ketika saya mendongak, menatapnya dari tempat saya berdiri. Tampaklah dari lokasi itu sebuah titik yang bergerak. Ya, sebuah pesawat. Bagai sebuah titik di birunya langit yang menghampar. Tapi, apakah ia sekecil apa yang yang saya lihat kala itu? Realitasnya bagi saya saat itu adalah bahwa pesawat memang kecil. Ia bahkan seolah tak jauh lebih besar dari rumah di hadapan saya.

Tapi, ternyata realitas itu akan berbeda ketika saya berada di dekat sang besi terbang itu. Bagaimanakah ia terlihat? Bagaimana jika kamu berdiri di bawahnya? Bagaimana jika kamu berada di dalamnya? Besarkah ia? Kecilkah ia? 

Lantas, apa sebenarnya yang kita tahu dan kita lihat itu? Apa yang kita lihat, apakah itu kebenarannya? Bagaimana jika yang kita lihat itu salah? Bagaimana jika kita tak cukup dalam melihat? Bagaimana jika penglihatan kita tersamarkan, ter-rabun-kan?

Bisakah saya menafsirkan keberadaan pesawat itu sebagai sebuah relativitas realitas yang selalu bersesuaian dengan jarak, waktu, ruang, dan cara pandang kita? Maka, apa yang kita lihat, mungkin adalah benar dirunut pada kebenarannya saat itu. Tapi, dia mungkin bisa menjadi berbeda pada waktu, ruang, jarak, dan cara pandang yang lain. Bisakah?

Maka, tatkala kau berjalan pada suatu masa dalam hidupmu, menemukan dirimu pada sebuah situasi yang kau kira bahwa kebenaran yang kau yakini adalah mutlak, maukah kau mengaktifkan empati pikiranmu untuk menerima sesuatu yang berbeda denganmu?

Bisa jadi kamu yang salah, dia yang benar. Bisa jadi dia yang salah, kamu yang benar. Berdua adalah kebenaran, dan berdua adalah kesalahan.