Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Agenda LobiMesen

Tuesday, October 4, 2016

Siang itu, di sudut kampus mesen, tepatnya di meja kampeda. Ada dua mahasiswa yang tak kunjung lulus nampak sedang serius menatap layar laptopnya masing-masing. Sesekali kedua orang itu nampak saling berbicara. Terkadang mereka berdua tertawa lepas seperti tak ada beban pikiran, padahal banyak teman-teman satu angkatannya yang sudah menyelesaikan kuliahnya.

Kedua orang tersebut adalah Riki dan Johan. Di meja kampeda itulah mereka berdua mulai berbicara serius untuk membuat project semacam blog bersama. Karena bisa dibilang mereka berdua senang berbagi informasi tentang dunia blog. Ada kalanya ketika Johan secara tidak sengaja menemukan blog dengan tulisan-tulisan yang bagus, ia kemudian membagikan link blog tersebut kepada Riki. Begitu juga sebaliknya, ketika Riki menemukan blog bagus, ia akan segera membagikan link blog tersebut kepada Johan.

Obrolan mereka berdua di meja kampeda kampus psikologi mesen, adalah membicarakan sebuah blog bersama, yang merupakan cikal bakal lobimesen. Sebelum nama lobimesen di pilih, mereka berdua sempat memiliki beberapa nama alternatif. Sebelum akhirnya mereka berdua sepakat untuk menggunakan nama lobimesen.

Riki sudah pernah menuliskan secara singkat tentang terbentuknya lobimesen. Dari yang awalnya masih menggunakan domain blogspot, kemudian sempat mati suri, hingga mereka berdua berinisiatif untuk menghidupkan kembali. Serta menyewa domain dengan akhiran dot com agar tampak sebuah situsweb.

Ada semacam pembagian tugas dalam membangun blog bersama ini. Johan yang sudah lebih lama bermain blog dan senang otak-atik template blog, bertugas mulai dari membuat email, mendaftarkan blog, membuat tampilan blog agar kece, serta menyewa domain dari idwebhost. Bisa dibilang, Johan webmaster-nya lobimesen. Sedangkan Riki, ia bertugas membuat konten, kemudian merekrut penulis-penulis baru agar mau menjadi kontributor di lobimesen. Dan dalam hal ini, Riki yang paling sering sambat dan hampir putus asa. Wajah Riki akan nampak tersenyum bahagia ketika ada kontributor baru di lobimesen ini.

Meski Riki dan Johan nampak kompak dan baik-baik saja dalam membangun lobimesen. Mereka berdua juga pernah berbeda pendapat. Johan pernah mengutarakan agar nama lobimesen diganti karena berbagai alasan. Namun, kala itu Riki menolak serta memberikan beberapa pilihan. Dan dalam konflik itu, mereka bisa menurunkan egonya masing-masing. Dan seperti yang kita lihat, bahwa nama lobimesen masih menjadi nama blog bersama ini.

Kendala yang dihadapi dalam membangun lobimesen, adalah mencari kontributor baru. Riki selalu berkeluh, bagaimana ketika mencari kontributor baru. Jawaban mereka yang ditawari Riki untuk menjadi kontributor beraneka ragam. Seperti merasa tulisannya tidak sesuai dengan lobimesen. Padahal lobimesen tidak pernah mengkategorikan tulisan. Karena setiap kontributor memiliki ciri khas masing-masing dalam tulisannya. Dan lobimesen diibaratkan sebagai wadah, yang menampung apa saja yang bisa ditampung.

Ada juga yang merasa tulisannya jelek. Padahal kalau boleh jujur, tulisan-tulisan dari Riki yang ia posting itu, masuk kategori jelek saja belum. Namun Riki tetap percaya diri, meski dalam beberapa hal masih banyak salah ketik sana-sini.

Singkat cerita, lobimesen bisa melewati tahun pertamanya dan berhasil mencapai 100 postingan. Bukan hanya Riki dan Johan saja yang mengirim tulisannya, tapi ada juga Mas Wildan yang merupakan penulis buku, serta menjadi kontributor paling produktif. Ada juga Mba Diah yang baru saja menerbitkan buku tentang permainan tradisional. Mba kiki yang baru saja menyelesaikan thesisnya. Mas burhan selaku bapak dari komunitas anak bawang, dan rumah juara. Dan dari temen-temen kontributor lainya, seperti; Dyah maya, Sandy, Riki, Johan, Deddy, Widya Gunawan, serta Mba Busrini juga turut memberikan warna dalam blog bersama ini.

Kami kira sudah saatnya mereka semua duduk bersama. Bukan hanya melalui grup wasap, yang hanya teks berbalas teks tanpa muatan emosi. Karena kami sadar, sebanyak apapun emoticon di wasap, masih belum mampu mewakili emosional kami semua. Maka kami merasa harus mempertemukan mereka semua. Sesuai apa yang pernah disinggung Riki dalam tulisannya yang berjudul "Diskusi dan Berbagi Pengalaman" kami akan mengadakan semacam diskusi, atau bahasa santainya ngobrol bareng kontributor lobimesen.

Acara ini bebas untuk diikuti oleh siapapun, bukan hanya orang-orang yang berada di balik layar lobimesen saja. Kalian yang ingin mengenal kami lebih dekat, atau ingin bergabung menjadi bagian dari lobimesen, kami akan mempersilakan dengan senang hati.

Mari kita ramaikan agenda perdana dari kami. Sebuah obrolan ringan bertajuk "ngobrol bareng lobimesen[dot]com".

Salam
Redaksi LobiMesen