Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Menerawang Ruang Maya Perjodohan

Tuesday, October 11, 2016


Dicintai, Dipercaya, Dihargai, dan masih banyak deretan kata kerja pasif yang lain. Memberi makna si subjek menginginkan kedekatan afeksi. Afeksi dalam ruang pribadi yang saat ini telah terambah kemajuan teknologi. Kemajuan yang makin mengokohkan kekuasaan dengan memberi jalan pada mereka yang butuh pasangan relasi. Di sinilah perjodohan online berbicara.


Tantangan masa depan menjadikan dunia semakin sibuk. Beberapa orang merasa bahwa sukses besar ditandai dengan kelaikan pendapatan. Kelaikan pendapatan terukur dengan terbelinya barang branded sehingga tak ayal memunculkan kelompok sosialita. Beberapa orang bersedia mengejar jabatan demi pekerjaan mumpuni. Mereka berbondong-bondong memupuk pohon agar tumbuh tinggi, semakin tinggi semakin melambungkan eksistensi. Pada akhirnya, kesibukan dan kecanggihan digital memenjarakan raga dalam dunia maya tanpa batas hingga lupa relasi sebenarnya. Jumlah teman dalam situs jejaring sosial, like atau love dari beberapa teman, memberi penilaian bahwa ia telah berhasil bersosialisasi. Akan tetapi, pintu tertutup semakin rapat karena mereka tak mau menoleh ke belakang. Relasi sesungguhnya ada di sini, ketika saling bertemu dan mengobrol, bukan saling meng-like postingan.

Gambaran ini cukup menjadi alasan mengapa akhirnya beberapa orang terjebak dalam kegamangan mencari relasi romantis. Relasi romantis yang memberi kehangatan dan kedekatan, demi memenuhi kebutuhan terhadap cinta. Era digital yang selama ini diagungkan memperkuat keberadaanya dengan menjawab permasalahan tersebut.
“Kita bikin alternatif bagi tuna asmara, karena masalah jarang ketemu kesempatannya. Bukan soal laku nggak laku”, pernyataan Christian Sugiyono ketika ditanya mengapa dia tertarik berbisnis Setipe.com seperti yang ditulis dalam liputan6.com.
Setipe.com mematchingkan para member berdasarkan respon terhadap 100 pertanyaan. Setelah itu, mesin akan mencocokkan berdasarkan tipologi dalam psikologi, di dalam home pribadi akan muncul beberapa daftar nama yang mungkin cocok denganmu. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bermunculan aplikasi-aplikasi perjodohan online lain yang mendukung semua pengguna platform Android maupun iOS.

Selain setipe.com masih banyak lagi aplikasi-aplikasi perjodohan online yang cocok bagi mereka yang sudah merasa terlalu lama sendiri. Berikut diantaranya:

Badoo. Ketemu, dijodohkan dan ngobrol sama orang baru, bahkan yang di dekatmu juga. Itulah deskripsi singkat ketika kamu mencoba login ke laman Badoo. Aplikasi ini bisa diakses baik melalui desktop maupun smartphonemu.

eSynchrony. Mengklaim diri sebagai biro jodoh online pertama di Asia. Hal ini bisa diterima mengingat ketika kamu akan mendaftar sebagai anggota, negara asal akan ditanyakan. Kamu memiliki kesempatan mendapatkan pasangan berasal dari Singapore, Hong Kong, Malaysia, Indonesia, atau Thailand. Bagaimana? Berminat melebarkan sayap?

Tinder. Aplikasi chatting sudah ini cukup populer di kalangan pengguna smartphone. Selain karena kemudahan cara mendapatkannya, pengguna Tinder juga disuguhi detail info pribadi dengan tampilan menarik. 

Gather. Aplikasi ini hanya tersedia di iOS, kamu akan dikoneksikan dan berkencan dengan orang yang berasal dari lingkaran sosial facebookmu. Aplikasi ini juga menyediakan fitur premium yang memungkinkan kamu membeli dan mengirimkan undangan nonton bagi pasangan. 

OkCupid. Namanya yang cukup unik membuat aplikasi ini cukup digemari. Aplikasi ini memungkinkanmu mengetahui kepribadian orang lain melalui respon mereka terhadap pertanyaan yang diberikan. Dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi yang lain, seperti Paktor, Skout, Wavoo, dan Woo. Kamu bisa memilih mana saja yang menurutmu cocok untukmu.

Tak bisa dipungkiri, antusias luar biasa dari masyarakat membuat bisnis ini makin menjamur. Hasil penelitian Lunch Actually menyebutkan bahwa 49,09 persen pria dan 32,72 persen wanita menggunakan aplikasi perjodohan online untuk menemukan pasangan (tempo.co). Angka ini termasuk dramatis mengingat usia masuknya aplikasi ini ke Indonesia belum terlalu lama. Hal ini menggambarkan bahwa familiaritas aplikasi perjodohan online meningkat drastis. 

Pertanyaannya kemudian, apakah pasangan benar-benar dihasilkan?. Saya bisa menjawabnya dengan Ya, karena jika memang tidak, lalu mengapa peminatnya makin meningkat?. Akan tetapi, apakah pasangan tersebut benar-benar menjadi pasangan suami istri atau hanya sekedar kencan, itu menjadi konsumsi pribadi.

Berdasarkan hasil pengamatan, beberapa di antara pengguna aplikasi yang pernah saya temui, mereka tidak murni mencari jodoh untuk menikah. Ada yang hanya sekedar iseng, coba-coba nothing to lose, atau hanya sekedar mencari teman baru dengan cara beda. Entahlah, apapun motifnya, perjodohan online semakin lama semakin meningkat daya tariknya. Saya hanya berharap ketenaran ini tidak membuat lingkungan sosial makin apatis. Karena tidak ada lagi alasan untuk menjalin relasi offline, mengingat relasi romantis saja bisa kamu tempuh lewat dunia maya.

Di atas semua itu, kehati-hatian menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap pengguna. Banyaknya pengguna dari situs-situs ini, menunjukkan kecanduan teknologi telah menembus batas hal pribadi. Motif ingin dicintai termediasi kemudahan teknologi menjadikan kecanduan makin menjadi. Lalu, apakah seharusnya situs ini tetap ada? Atau harus terus dikembangkan? Itu kembali pada diri kalian. 

Jodoh itu butuh waktu karena Allah memberi kita kesempatan memperbaiki diri. Tenanglah, imam dan makmum itu takkan tertukar.





Referensi 1. Hadriani. (2015). Riset Membuktikan, Pria 20 TahunLebih Suka Kencan Online. Dipetik 2016, dari Tempo.co