Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Upgrading Graduation

Sunday, October 2, 2016
September, 26th 2016. Menjadi checkpoint pertama penerapan sistem baru tentang kelulusan yang disosialisasikan satu bulan sebelumnya di Psikologi UNS. Sekaligus menjadi orang pertama juga yang merasakan efek sistem tersebut, target yang sudah ditetapkan pada checkpoint selanjutnya gagal dicapai. Alhasil, layaknya sebuah games, pemain harus memulainya dari checkpoint sebelumnya untuk melanjutkan games hingga selesai.

Bagaimana maksudnya? Penjelasan berikut mungkin akan sedikit membantu memahami intro di atas.

Agustus, 26th 2016. Permainan baru dimulai. Permainan ini berjudul “Berpacu~ dalam Sekripsi” coba diulang “Berpacu~ dalam Sekripsi,” (kalo bacanya pake nada harusnya kamu udah nikah sekarang :D). Lupakan. Peraturan permainan ini sederhana, apabila anda sudah memulai, secepat mungkin harus diselesaikan, karena apa? Ini diibaratkan anda sedang ada dalam misi penjinakan bom waktu yang anda rakit sendiri. Bom tersebut sudah terpasang pada tubuh anda. Penjinaknya berada di sebuah tempat yang anda harus temukan dengan petunjuk-petunjuk yang sudah diberikan. Waktu yang diberikan relatif singkat, dan akan mulai menghitung mundur ketika anda sudah memulai langkah pertama. Terdapat beberapa checkpoint sebelum sampai ke tujuan akhir.

Berikut alur cerita permainannya:

Permainan dimulai ketika anda sudah melangkah untuk pertama kalinya (Pengajuan Judul). Anda diberi waktu dua bulan untuk sampai ke checkpoint yang pertama (Ujian Validasi), dan mengamankan posisi di checkpoint tersebut. Setelah sampai di checkpoint pertama, anda diberi waktu lagi selama satu bulan untuk sampai di checkpoint yang kedua (Pengesahan Revisi Validasi), setelah mendapat persetujuan dari keempat founder game, anda diizinkan untuk melanjutkan perjalanan menuju checkpoint terakhir (Sidang Skripsi), dalam perjalanan ini anda diberi waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan waktu perjalanan menuju checkpoint sebelumnya, mengingat medan dan tingkat kesulitan game berada pada level tertinggi, yaitu selama tiga bulan, anda boleh mengajukan dispensasi waktu dengan alasan yang dapat anda pertanggungjawabkan dengan persetujuan dari keempat founder game untuk menambah waktu anda pada perjalanan menuju checkpoint manapun, apabila anda gagal menuju checkpoint yang sudah ditargetkan, bom akan meledak dan anda harus mengulang permainan dari checkpoint sebelumnya, apabila anda sudah mencapai checkpoint yang terakhir, bom sudah dijinakkan dan anda sudah tidak berpacu dengan waktu lagi untuk menuju ke tujuan akhir (revisi sidang dan wisuda).

Judul – dua bulan – validasi – satu bulan – revisi validasi – tiga bulan – sidang – revisi sidang – wisuda

Dalam kasus yang dialami oleh pemain pada intro di atas, dia gagal dalam mencapai target waktu pada checkpoint yang kedua, meskipun hanya satu hari, karena peledakan bom waktu tidak dapat ditunda, akhirnya dia meledak, dan harus me-restart permainannya dari checkpoint sebelumnya, yaitu checkpoint pertama (Ujian Validasi).

* * *

Deklarasi Cawalkot dan Cawawalkot Kota Solo, wkwkw

Tempo hari bertepatan sekali dengan kunjungan salah satu bapak dosen yang pernah mendapatkan predikat terfavorit pada pemilihan penghargaan paling bergengsi se-Mesen Raya, yaitu Psycho Award. Mengingat jadwal beliau yang begitu padat produktif sehingga besoknya sudah harus kembali terbang menuju Selandia Baru tempat beliau insyaAllah mendapatkan gelar S3-nya, setelah ada agenda di Jakarta, Bali, Jogja, dan mampir ke Solo hari itu. Adalah pak Prof. (going to be) Moh. Abdul Hakim, S.Psi, M.A., atau yang akrab disapa pak Hakim.

Pada hari itu juga diadakan rapat dosen yang membahas kabar berita terupdate mengenai perkuliahan. Pada suatu kesempatan di Lobi Mesen, ada saya, Andika dan Elan sedang berbincang ringan mengenai acara Psyche yang sedang rame rame nya di aula mesen. Kemudian selang beberapa saat, setelah masuk dari ruang dosen, pak Hakim menyambangi kami dengan ekspresi yang masih belum berubah, hahaha, dengan gaya dan tertawanya yang khas. Asli MTA yang penuh semangat.

Topik demi topik kita diskusikan dengan penuh antusias, setidaknya saya, andika dan elan yang antusias, hehe. Lalu tibalah pada topik yang membahas tentang sistem baru yang diterapkan prodi di atas. Beliau telah mendengar dari rapat dosen yang telah diadakan pagi tadi. Tentu saja dengan komentar dan usulan yang kritis bak mewakili seluruh aspirasi MTA beliau memaparkan pendapatnya pada rapat tersebut. Kurang lebih intinya adalah, apabila sistem tersebut sudah disahkan dan disosialisasikan, tidak ada lagi pihak yang tidak terlibat, termasuk di sini adalah dosen sebagai bagian yang paling penting dalam alur sistem, apabila semua mahasiswa sudah mulai siap dengan perubahan sistem, namun dosen yang notabene subagai pencetus gagasan dan sistem tersebut belum siap, maka bukan tidak mungkin selaku objek dalam sistem ini adalah mahasiswa yang paling mengalami kerugian.



Deddy Suryawan - Mahasiswa Psikologi
stasiunkecil.wordpress.com