Ads Top

Yang Dirindukan dari Kampus Tirtomoyo

Yang Dirindukan dari Kampus Tirtomoyo

Psikologi UNS masih berjuang menuju fakultas sendiri di UNS. Salah satu perjalanannya adalah kami menempati kampus Tirtomoyo. Dan tulisan ini saya mencoba untuk mengenang kembali saat-saat kuliah di kampus Tirtomoyo. Hal-hal yang para mahasiswa-mahasiswa awal rindukan dari kampus Tirtomoyo.

Osmaru hari ketiga, tidak lagi dilaksanakan di kampus fakultas. Tetapi pindah ke kampus prodi. Nah, saat itulah kami mahasiswa baru untuk pertama kali menginjakkan kaki di kampus tirtomoyo.

Dan cerita itu dimulai. Wkwkwk

--

Bayangan tentang kampus psikologi yang mirip bangunan SD ternyata tidak sebegitu menyeramkannya. Kalau boleh menggunakan istilah lain, saya melihat bangunan kampus tirtomoyo lebih seperti bangunan bekas puskesmas. Maaf sebelumnya, mungkin ada yang sependapat dengan saya?

Dan setelah cukup waktu menjalani perkuliahan di kampus ini sungguh tidak ada yang membuat saya berkecil hati. Walaupun harapan besar yang ditanamankan kepada kami 'sejak lahir' yaitu berdiri menjadi fakultas sendiri selalu bergelora di dalam hati kami. Bukan artinya karena kami tidak bisa terima kuliah di bangunan mirip bekas puskesmas ini.

Begitu pula saya tidak menjamin perasaan teman-teman yang belum selesai satu tahun perkuliahan sudah memutuskan untuk pindah. Saya yakin teman-teman itu memiliki alasan pribadi yang layak mereka perjuangkan.

Nah, mengenang kampus tirtomoyo, ada satu frame yang menyentuh masalah rasa hingga sekarang. Yang tidak saya temukan di kampus mesen.

Apa itu?

Haha. Sesepuh pinisepuh mbak mas tingkat dan bapak ibuk dosen saya rasa juga merasakannya:

Pemandangan mahasiswa yang dlosoran di lobi kampus tirtomoyo.

Benar kan?

Kalau mau jujur, kata 'lobi' di domain lobimesen(dot)com itu merujuk kepada rasa rindu saya ke kampus tirtomoyo. Bukan lobi kampus mesen, karena, saya pribadi jarang nongkrong di lobi mesen. Tapi bisa anda-anda lihat, dulu, lebih sering di kampeda.

Kenapa pemandangan orang selonjoran saja membuatnya menjadi dirindukan?

Begini...

Yang jelas karena tidak ada lagi. Merasa kehilangan.

Maka, rindu adalah rasa yang tumbuh karena apa yang kita inginkan tidak ada di hadapan kita saat ini.

Lebih dari itu. Luas kampus tirtomoyo itu kecil. Ruang yang sempit membuat kami sering bertemu. Bertatap muka. Sehingga di kampus tirtomoyo lebih terasa persaudaraannya. Seperti tidak ada batas antar angkatan. Semua saling melebur.

Psikologi UNS sekarang?

Lobi tirtomoyo adalah ruang yang cukup lega dibandingkan dengan ruang yang lain. Sepanjang hari selalu ramai mahasiswa-mahasiswi yang selonjoran di sana.

Ada yang duduk melingkar sedang rapat himapsi.

Ada yang sedang mengerjakan tugas kelompok.

Ada yang duduk bersandar di tembok memangku laptop, menikmati rebutan sinyal wifi, mengerjakan tugas kuliah. Kadang, terlihat senyum-senyum sendiri.

Ada yang khusyuk membaca novel sendirian. Menyandarkan punggungnya ke tembok. Tidak memedulikan lalu-lalang orang di sekitarnya.

Ada gerombolan yang cekakak-cekikik tidak jelas.

Lobi tirtomoyo ini sejuk, walau tanpa kipas dan AC. Keramiknya adem untuk selonjoran di lantai. Perpaduan yang sangat mendukung suasana.

Tapi karena lobi yang tidak terlalu luas, tidak muat untuk menampung seluruh angkatan psikologi UNS, maka banyak juga mahasiswa-mahasiswi yang tercecer di sudut-sudut lain kampus tirtomoyo.

Sepanjang emperan kampus tidak pernah luput dari mahasiswa. Seperti semua lantai di kampus tirtomoyo itu sangat selonjoran-able.

Biasanya mereka belajar untuk ujian. Menenteng materi dengan mulut terlihat komat-kamit.

Di depan taman kampus yang asri bukan main itu, di depan air mancur buatan, anak-anak membentuk koor lagu dengan iringan gitar akustik. Jangan ditanya soal merdu tidaknya. Yang penting hati riang gembira. Bukankah hidup seharusnya begitu?

Di sela ruang kuliah 1 dan 2, di bawah mading, sering juga ada yang selonjoran di sana. Ngerumpi.

Yang suka merokok, biasanya menyeberang ke kantin wepe. Kantin yang menempel di tembok kolam renang tirtomoyo. Bergumul dengan mahasiswa dari prodi KK dan hiperkes.

Yang anak kos pasti tahu kalau mau sarapan harus ke mana. Bu Noooo!

Begitulah....

Potongan-potongan kenangan bagi kami mahasiswa alumni kampus tirtomoyo. Rumah persinggahan sementara kami mahasiswa psikologi UNS angkatan awal-awal. Rumah sederhana yang sering dibilang mirip bangunan SD itu.

Rumah yang membuat mbak-mbak dan mas-mas angkatan di atas saya dulu berat diajak pindah ke kampus mesen.

Walau begitu, biarlah psikologi menapak ke rumah baru yang selanjutnya. Karena seindah-indahnya kenangan di masa lalu, tetap yang terbaik adalah menjalani dengan apa yang ada di hadapan kita sekarang.

--

Di ruang kuliah tiga, osmaru psikologi uns tahun 2009 ditutup. Seketika wajah mbak Ulum (2007) yang tiga hari menyeramkan bak ibliswati itu berubah menjadi senyum penuh kesejukan.

Lepas solat maghrib, setelah selesai berbuka puasa. Masih dengan selonjoran, menutup acara, sebuah lagu sangat menyentuh kami nyanyikan bersama: rumah kita...(*)
Powered by Blogger.