Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Seorang Anak yang Mengaku Tikus: Sebuah Resensi

Thursday, March 23, 2017

sumber: https://www.bookdepository.com/I-Was-Rat-Philip-Pullman/9780440866398

Judul Buku: Dulu Aku Tikus!
Pengarang: Philip Pullman
Judul Asli: I was A Rat!
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 256 halaman

“Dulu aku tikus!”
Kata-kata itu berulang kali disebutkan oleh seorang anak kecil berpakaian pesuruh yang kumal. Dia berdiri mengetuk pintu rumah sepasang suami istri tua bernama Bob dan Joan. Belakangan mereka memberi nama Roger pada anak itu. 

Bob dan Joan kemudian berusaha mencari tahu asal-usul anak tersebut. Tetapi tidak ada hasil. Roger menunjukkan beberapa sikap yang tidak wajar. Seperti menggigit pensil, mengoyak selimut, bahkan untuk makan dia harus diajari memakai garpu. Tetapi Bob dan Joan tetap merawatnya dengan sabar.
Petualangan Roger pun dimulai. Ketika dia melarikan diri dari Filsuf Royal yang sedang menelitinya, dia tersesat. Berbagai pengalaman tidak mengenakkan sempat dialaminya. Lebih menyedihkan lagi, dia harus berpisah dengan Bob dan Joan yang menyayanginya seperti anak sendiri. Bahkan Roger mulai meragukan jika dirinya memang anak kecil. Media massa di kota itu pun memberitakan hal-hal menakutkan tentang dirinya.

Sebenarnya buku ini adalah buku cerita untuk anak. Tetapi, bisa dinikmati oleh siapa saja. Buku anak-anak ini menarik dari segi petualangan Roger. Bertemu dengan berbagai macam orang membuatnya belajar bahwa tidak semua orang baik dan tidak semua orang jahat. Karakter antagonis dalam cerita ini berbeda dengan buku cerita anak lainnya. Tidak hanya tokoh manusia saja yang berperan antagonis, tetapi juga media massa yang menggiring opini publik tentang Roger si monster mengerikan di gorong-gorong. 


Ending dari buku ini, menurut saya, diceritakan dengan cerdas. Saya tidak akan menceritakannya tentu saja. Tetapi, endingnya membuat saya menggali ingatan mengenai dongeng-dongeng klasik, tentang ibu peri dan kereta kencana, Eh bukan hanya endingnya. Di tengah cerita mengenai Roger yang diperdaya untuk mencuri di rumah orang kaya, mengingatkan pada kisah klasik Oliver Twist yang fenomenal.
Penasaran dengan petualangan Roger? Atau dengan endingnya yang menarik? Silahkan baca!