Ads Top

Mengatasi Kecanduan Smartphone


Tolong dibantu. Minimal didoakan. Karena ini susah. Tapi harus saya lakukan. Saya harus komitmen untuk mengatasi kecanduan smartphone.

Smartphone sudah berhasil mengubah kebiasaan kita (saya). Sebentar-sebentar meraih hp. Sebentar-sebentar melihat ke layar hape.

Mau tidur di kasur pegang hape. Bangun tidur baru melek mata masih kriyep-kriyep sudah mencari-cari hape.

Mau mandi lihat hape dulu. Keluar kamar mandi masih dengan handuk masih melilit di tubuh, dengan tak sabar, sedikit berlari mencari hape.

Berangkat kerja buru-buru karena keasyikan main hape. Sampai kantor, nyalain komputer, hidupkan AC, lalu pegang hape.

Sarapan nyambi megang hape. Makan siang di warung nyambi mainan hape. Kumpul sama keluarga, sambil pegang hape.

Mau ke mushola, hape dibawa dikantongi di celana.

Parah!

Secara tidak sadar langsung seperti itu. Setiap hari.

Dan saya ingin mengubahnya. Ini harus. Karena, saya rasa itu sudah kelewatan. Harus dengan tekad yang kuat mempuasainya.

Kenapa? Karena saya ingin lebih produktif. Karena saya ingin fokus. Karena dunia di depan mata kita ini tidak hanya seluas ukuran layar hape!

So, saya mencoba merumuskan caranya.

Mengidentifikasikan lagi apa fungsi utama hape bagi diri saya. Ada tiga: sebagai alat komunikasi, hiburan, dan media informasi.

Pertama, sebagai alat komunikasi tentu saja untuk yang satu ini tidak begitu akan saya batasi.

Saya menggunakan telepon, sms, whatsapp, dan email sebagai alat komunikasi utama. Paling utama whatsapp dan email.

Peran telepon dan sms sekarang bisa digantikan oleh whatsapp. Tetapi terkadang ada orang menelepon dan sms ke kontak saya. Bisa jadi dari orang yang tidak menggunakan smartphone atau mungkin sedang berada di daerah yang sulit dalam penerimaan jaringan internet.

Media chatting lain tidak saya pakai. Aplikasi BBM belum lama ini saya hapus, setelah beberapa waktu saya uji coba tidak melakukan log in. And I have not a probelm. So I continued...

Email, tentu saja. Saya menggunakannya untuk kepentingan kantor.

Kedua, untuk hiburan. Media sosial, menonton bola, menulis dan youtube-an.

Saya hanya aktif di facebook dan instagram. Dan aplikasi facebook sudah saya hapus beberapa waktu yang lalu. Instagram masih saya mematangkan tekad. Hufft...hapus hapus hapus!

Urusan bola, ini adalah masalah pria sejati.

Setelah hak siar liga inggris yang tidak semudah mengganti channel di tv analog. Maka bagi saya yang belum kuat untuk berlangganan tv berbayar, live streaming adalah jawaban. Beruntung saya hanya berminat menonton bola kalau pertandingan liverpool saja. Berkorban kuota sedikit lah...

Untuk menulis, walau tidak bisa sebaik menulis dengan menggunakan laptop tetapi adanya smartphone sangat membantu di kala ada ide menulis dan harus segera ditulis.

Untuk youtube paling sering saya lihat konser dan review hape. Kadang-kadang, ya...sentuhan rohani begitu. Ckckck

Ketiga, untuk media informasi. Sungguh saya tidak pernah baca berita. Baik di TV, koran, maupun portal berita online. Di hape hanya ada satu aplikasi portal berita: jawapos(dot)com. Itu pun hanya saya baca kalau hari selasa. Baca kolom tulisan Azrul Ananda - happy wednesday. Jadi, hidup terasa ringan dan enak-enak saja karena tidak berisik oleh isu-isu hoax yang berseliweran dan sedang diheboh-hebohkan.

Hidup terlalu singkat untuk memikirkan isu-isu macam seperti itu. Eh, untuk terlalu sering memegang hape maksudnya.

Oleh karena itu, saya mengajak diri saya pribadi agar bisa kembali ke jalan yang benar. Jangan sampai kuota internet menjadi lebih berharga daripada kebersamaan dengan keluarga, hidup bersosial secara fisik dan produktifitas pekerjaanmu...(*)
Powered by Blogger.