Recent Posts

4/recentposts
Powered by Blogger.

Fixed Menu (yes/no)

Ads Top

Categories

Tags

Business

Latest in Sports

Popular Posts

Kamu bahagia?

Monday, May 15, 2017
Apa yang bisa membuat kita bahagia?
Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat orang lain bahagia?

Pertanyaan serupa sudah sangat sering kita dengar. Bahkan beberapa ahli dalam berbagai macam disiplin ilmu telah melakukan penelitian tentangnya. Hingga muncul berbagai kajian dan publikasi ilmiah, hingga buku-buku beraliran pseudoscience membahas tentang kebahagiaan. Sore ini, saya menjumpai satu hal menarik sebagai jawaban dari kedua pertanyaan di atas. Ada satu kejadian yang mengingatkan saya kembali tentang kebahagiaan. Bukan dari buku, seminar atau ruang diskusi ilmiah. Namun dari satu kejadian sederhana yang nyata dan mungkin juga bisa dialami siapapun.

Siapa yang bisa membuat kita bahagia, bagaimana kebahagiaan itu bisa muncul, atau dengan apa kebahagiaan itu diciptakan?

Dalam perjalanan silaturahim ke rumah saudara, saya mampir ke sebuah masjid untuk menunaikan solat ashar. Setelah selesai solat, saya tidak langsung melanjutkan perjalanan. Sembari menikmati udara sore, saya beristirahat sebentar di teras masjid. Saat beristirahat, saya melihat seorang bapak-bapak tua, berusia sekitar 70an sedang berada di dekat beberapa anak yang tadi ikut solat berjamaah bersama. Dari dalam tas merah yang digendongnya, bapak ini mengeluarkan snack (makanan ringan) untuk kemudian diberikan kepada anak-anak yang ada di sekitarnya. Bapak-bapak tersebut memberikan snack kepada hampir semua anak-anak yang ada. Dan sepertinya, bapak tersebut telah mempersiapkan snack yang ia bagikan sebelumnya.

Anak-anak yang menerima snack itu tak lain adalah anak-anak yang ikut solat asar berjamaah di masjid. Awalnya ada anak yang agak malu-malu untuk menerimanya, namun dengan didampingi oleh ayah ibunya, mereka akhirnya mau menerima snack pemberian bapak tersebut. Dengan wajah penuh senyum, bapak-bapak tadi menyodorkan snack dan diterima dengan senang oleh anak-anak. Raut muka yang awalnya ragu dan takut berubah menjadi bahagia saat terjadi “transaksi” snack tersebut.



Apa yang bisa membuat kita bahagia?
Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat orang lain bahagia?

Yang membuat kita bahagia bukan sekedar uang, harta benda ataupun hal yang bersifat dunia. Sejatinya, hal yang membuat kita bahagia adalah keikhlasan di dalam menerima setiap bentuk takdir yang diberikanNya kepada kita. Ikhlas berarti menggenapkan usaha dan menyerahkan sepenuhnya hasil kepadaNya. Tanpa perlu hitung-hitungan matematis manusia, bahwa setiap transaksi harus bernilai atau memiliki timbal balik kepada kita.

Membuat orang lain bahagia? Lakukanlah kebaikan untuk mereka. Tidak peduli besar atau kecil kebaikan itu, asalkan dilandasi dengan ikhlas. Kita sering memaksa diri untuk membahagiakan orang lain dengan menjanjikan sesuatu yang besar dan penuh pengorbanan. Namun kadang kita melupakan hal- hal baik sederhana dalam hidup yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk membahagiakan orang lain. Baik itu pasangan, saudara, teman atau mungkin tetangga sekitar.

Salah satu cara untuk membuat orang lain, terutama orang tua bahagia adalah dengan tidak membuat mereka merasa gelo. Banyak hal kita lakukan tanpa sadar membuat orang tua merasa gelo. Misal, dengan tidak menuruti keinginannya atau tidak melakukan perintahnya. Walaupun keinginan atau perintahnya mungkin tidak masuk akal atau logika kita. Namun dengan tetap menurutinya, hal ini akan membuat orang tua kita bahagia. Dengan bahagianya mereka, akan terbit pula kebahagiaan untuk kita sendiri. Bahkan, bahagianya orang tua merupakan salah satu kunci dalam meraih keberhasilan serta kebahagiaan untuk kita. Hal ini pernah disampaikan oleh seorang pengusaha sukses karena selalu berusaha untuk tidak membuat gelo orang tuanya.

Pada tahap lanjut, kebahagiaan antar manusia bisa tercipta jika antara dua individu ada sikap saling mengerti, memahami bukan sekedar mengalah. Mengalah memang menjadikan berkurang atau hilangnya konflik dan perselisihan. Namun, dengan saling mengerti dan memahami, hati kita akan terasah untuk senantiasa diliputi keikhlasan. Kebahagiaan menjadi hal yang niscaya bisa kita ciptakan untuk diri sendiri, dan juga orang lain. Dan hei, mengingat nama orang lain juga bisa membuat dirinya bahagia lho. Karena ia akan merasa dimengerti oleh kita.



Sesuatu yang datangnya dari hati akan kembali juga ke hati. Berbuat yang terbaik untuk pasangan, walaupun itu kecil akan tetap memberikan kesan yang membahagiakan. Saling membersamai dalam melakukan banyak hal bisa menjadi salah satu kunci kebahagiaan dengan pasangan. Menemani pasangan yang sedang melakukan hobi atau kesukaannya tidak hanya menimbulkan kebahagiaan, namun juga akan menguatkan ikatan yang terjalin. Bisa kita lakukan dengan “sekedar” keluar rumah untuk jalan-jalan bersama di taman kota. Kemudian duduk menikmati hidangan dari penjual jajanan di pinggir jalan. Hal-hal kecil seperti itu saja bisa membuat pasangan bahagia.

Dengan saling membersamai, keduanya akan merasa bahwa ia dimengerti, didukung dan dipercaya untuk menjadi teman dan sahabat yang terbaik untuk pasangan. Berapa banyak dari laki-laki yang malas dan enggan untuk menemani istrinya berbelanja atau mungkin ke salon untuk sekedar potong rambut? Jangankan beranjak keluar rumah menemani pasangannya, untuk menemani istri yang sedang memasak saja kadang kita merasa sibuk. Apalagi ke salon? Untuk membantu istri menyisir atau memotong rambut saja sangat sedikit laki-laki yang mau melakukannya. Jika saling membersamai telah dilakukan, maka kebahagiaan juga bisa dipupuk dengan masing-masing dari kita berlomba untuk menjadi yang pertama atau yang terbaik dalam melakukan kebaikan. 



Membuat orang lain bahagia bisa dilakukan dengan cara kita sendiri. Jadibaik dengan cara sesederhana menjadi dirimu apa adanya, yang menyenangkan seperti ibubaik. Ibu penuh ramah dan mengingat hal-hal kecil yang menyenangkan dan menyentuh hati para pembelinya. Sehat selalu dan semoga panjang umur ibubaik di Toko Kurnia.
Dan semoga kita, senantiasa melakukan kebaikan untuk membahagiakan diri dan orang lain. Serta menjadi orang yang bahagia karena bisa melakukan kebaikan.