Friday, 21 July 2017

So Say Goodbye...

chester bennington
Sumber: thenews.com.pk

“So say goodbye and hit the road, pack it up and disappear.”

Seorang sahabat pagi-pagi mengirimkan pesan WA kepada saya. “Yang kuat ya mas,” katanya. Saya bingung maksudnya apa. Setelah itu dia bilang kalau Chester Bennington, vokalis band Linkin Park meninggal gantung diri. Reaksi saya waktu itu sedih tapi tidak tahu bagaimana mengekspresikannya. Beberapa saat saya terdiam, masih berharap berita itu tidak benar. Namun, tidak ada satu pun video klarifikasi bahwa kabar itu hanyalah rumor.

Benar Chester Bennington ditemukan tewas di kediamannya sendiri.

Saya belum pernah kehilangan sosok idola. Baru kali ini saya menangis untuk sosok yang menginpirasi banyak hal. Linkin Park, yang mengusung genre musik hip-rock adalah inspirator musik saya. Sejak awal kemunculannya di tahun 2000, lagu-lagunya selalu saya masukkan daftar putar wajib. Suara Chester yang melengking seperti antidot kemarahan dalam hati saya. Sejak saat itu saya memutuskan untuk mempelajari musik, walaupun sampai sekarang belum total.

Lagu pertama yang saya sukai adalah In The End.

Saya tidak tahu artinya hingga coba terjemahkan waktu kuliah. Meskipun tidak tahu artinya saya tetap sering memutar lagu itu dan bersenandung menirukan liriknya. Saya sampai menangis mengikuti irama nada dalam In The End. Lagu ini tentang bagaimana kita telah melakukan banyak hal untuk seseorang, namun pada akhirnya itu tidak ada artinya sama sekali. Padahal kita mempercayainya dan telah memaksa diri kita sejauh mungkin demi dia.

Lagu kedua, berjudul Pushing Me Away sangat mewakili diri saya.

The sacrifice of hiding in a lie, kalimat dalam lirik lagu itu benar-benar menohok saya. Pengorbanan demi bersama dengan seseorang, namun jelas pengorbanannya takkan pernah diketahui. Akhirnya kita disingkirkan, meskipun kita telah mengorbankan banyak hal untuknya. Lagu ini memberitahu saya bahwa pengorbanan dengan modus, takkan mendapatkan pengakuan. Lagu ini paling saya hapal, bahkan sampai versi Reanimationnya yang sudah sangat berbeda.

Lagu ketiga, yang menurut Linkin Park adalah lagu terbaik mereka, Somewhere I Belong.

Irama lagu ini benar-benar menaikkan semangat. Sebuah lagu tentang pencarian jati diri, penyembuhan atas semua luka yang ada dalam diri kita. Sebuah keinginan mendalam dalam diri kita di mana kita memiliki tempat yang seharusnya. Tempat di mana kita merasa diterima, merasa aman, dan tidak lagi merasa gelisah. Saya merasa lagu ini sangat mewakili hati ketika masa-masa akhir perkuliahan. Saat saya mulai merasa hampa dan tidak tahu harus memulai hidup dari mana.

Lagu keempat, Easier To Run.

Menceritakan bahwa kita lebih sering melakukan pelarian daripada menghadapi. Ketakutan-ketakutan dalam pikiran kita yang terus berputar tahun demi tahun. Saat kita merenungkan betapa kita memiliki masa lalu yang buruk, namun kesulitan menerimanya sebagai bagian sejarah hidup. Kita merasa sangat terluka dan berpura-pura bisa mengubah masa lalu. Lagu ini benar-benar menggambarkan diri saya yang susah move on.

Jujur saja perasaan kehilangan ini seperti saat saudara saya pergi.

Seseorang yang suaranya sering sekali saya dengar, tiba-tiba bunuh diri. Rasanya aneh dan ingin layat saja saat pemakaman Chester. Ia adalah bagian diri saya, ikut menyaksikan seluruh perjalanan hidup saya. Selama 17 tahun saya hidup dengan menjadikan Linkin Park sebagai teman. Mendengarkan lagunya saya bisa melewati kesedihan dan kembali menghadapi kenyataan. We love you Chester, we will always love you.

You better have someplace to go, cause you can’t come back around here.

_Good Goodbye- Linkin Park_